JATIMTIMES - Bencana longsor terjadi pada kawasan dua desa di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Minggu (5/6/2026) malam. Meski hingga saat ini upaya penanggulangan terus dilangsungkan, namun dampak bencana yang turut menutup akses jalan tersebut membuat penanganan bakal dilanjutkan hingga besok, Selasa (7/4/2026).
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan menuturkan, dampak dari bencana longsor tersebut turut mengakibatkan tertutupnya akses jalan penghubung antar empat RT. Yakni yang berlokasi di Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit yang sempat tak bisa dilalui kendaraan akibat tertutup total oleh material longsor.
Baca Juga : DPKPCK Kabupaten Malang Segera Perbaiki 125 Titik Jalan Lingkungan
"Hari ini (Senin, 6/4/2026) tim BPBD Kabupaten Malang telah bergerak ke lokasi untuk pendataan sekaligus distribusi kebutuhan mendesak serta bantuan logistik untuk kerja bakti bagi warga," ujarnya.
Berdasarkan hasil pendataan di lokasi kejadian, bencana longsor tersebut terjadi pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Longsor dilaporkan terjadi di dua desa yakni Desa Sukodono dan Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit.
"Berdasarkan informasi yang kami terima, sempat terjadi hujan selama tiga jam dengan intensitas sedang hingga deras di sertai angin kencang di wilayah Kecamatan Dampit," jelasnya.
Kondisi cuaca itulah yang kemudian mengakibatkan terjadinya longsor di sejumlah lokasi kejadian. Yakni dengan ketinggian longsor mencapai kurang lebih 15 Meter dan lebar enam meter hingga akhirnya menutup akses jalan.
"Di bagian bawah jalan tersebut juga mengalami longsor yang menutup kebun kopi warga dengan tinggi kurang lebih 20 meter dan lebar 10 meter," tuturnya.
Selain di Desa Sukodono, longsor juga terjadi di titik lainnya yang berlokasi di Desa Srimulyo. Di mana, ketinggian longsor yang mencapai kurang lebih 20 meter dan lebar 10 meter tersebut juga turut menutup bahu jalan.
"Terkait perkiraan nilai kerugian hingga saat ini masih dalam penghitungan," imbuhnya.
Baca Juga : Daftar Wilayah Paling Panas di Kemarau 2026, Bagaimana Kondisi Jatim?
Sementara itu, pada Senin (6/4/2026) sejumlah personel gabungan dari unsur BPBD Kabupaten Malang, Koramil Dampit, para relawan siaga bencana hingga perangkat desa dan masyarakat setempat telah diterjunkan ke lokasi kejadian guna melakukan upaya penanggulangan pasca bencana.
"Pada hari ini (Senin, 6/4/2026) personel gabungan telah melakukan pengerukan dan penanganan serta pemasangan karung glangsing dan terpal," bebernya.
Pada Senin (6/4/2026) malam, akses jalan yang semula tertimbun longsor dilaporkan sudah bisa dilalui kembali oleh kendaraan. Yakni baik yang meliputi kendaraan roda empat maupun roda dua.
"Rencananya besok (Selasa, 7/4/2026) masyarakat sekitar akan melaksanakan kerja bakti untuk pembuatan tanggul darurat. Jika terdapat perkembangan akan kami sampaikan pada laporan selanjutnya," pungkasnya.