free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Daftar Negara yang Tidak Merayakan Paskah Secara Nasional, Ini Alasannya

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

03 - Apr - 2026, 14:09

Loading Placeholder
Ilustrasi dilarang rayakan Paskah. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Perayaan Paskah identik dengan tradisi umat Kristiani di berbagai negara. Namun, tidak semua negara menjadikan Paskah sebagai hari besar nasional atau libur resmi. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh faktor mayoritas agama, sistem pemerintahan, hingga budaya yang berlaku di masing-masing negara.

Negara-negara yang tidak merayakan Paskah secara nasional umumnya berasal dari kawasan dengan mayoritas penduduk Muslim atau negara yang menerapkan sistem sekuler maupun komunis.

Baca Juga : Mark Resmi Keluar dari NCT dan SM Entertainment, Surat Harunya Ungkap Alasan Sebenarnya

Dilansir dari ZenHotels.com, berikut beberapa negara yang tidak menetapkan Paskah sebagai hari libur nasional.

Negara yang Tidak Merayakan Paskah

Arab Saudi

Sebagai pusat agama Islam, Arab Saudi tidak mengakui Paskah sebagai hari libur nasional. Perayaan keagamaan yang diakui secara resmi hanya yang berkaitan dengan Islam. Meski begitu, komunitas ekspatriat di sana terkadang tetap memperingati Paskah secara terbatas.

Somalia

Somalia dikenal sebagai negara yang menerapkan hukum berbasis syariah. Perayaan hari besar non-Islam, termasuk Paskah, sangat jarang dilakukan secara terbuka.

Brunei Darussalam

Di Brunei, perayaan keagamaan non-Islam tidak diperbolehkan secara bebas di ruang publik. Karena itu, Paskah tidak menjadi bagian dari hari libur nasional.

Korea Utara

Sebagai negara dengan sistem pemerintahan tertutup, Korea Utara membatasi bahkan melarang berbagai aktivitas keagamaan. Paskah pun tidak dirayakan secara resmi di negara ini.

Iran

Iran menggunakan kalender Persia dengan perayaan utama seperti Nowruz. Hari-hari besar keagamaan yang diakui secara nasional juga berfokus pada tradisi Islam, sehingga Paskah tidak termasuk dalam kalender libur resmi.

Faktor Penyebab Tidak Dirayakannya Paskah

Tidak dirayakannya Paskah di sejumlah negara bukan tanpa alasan. Beberapa faktor utamanya antara lain:

• Mayoritas penduduk bukan beragama Kristen

• Kebijakan pemerintah terkait pembatasan kegiatan keagamaan

• Perbedaan budaya dan tradisi nasional

• Sistem pemerintahan yang sekuler atau komunis

Di banyak negara Timur Tengah dan sebagian Asia, Paskah memang tidak menjadi bagian dari perayaan besar masyarakat karena faktor-faktor tersebut.

Meski tidak diakui secara nasional, bukan berarti Paskah benar-benar tidak dirayakan sama sekali. Di beberapa negara, komunitas Kristen atau warga asing (ekspatriat) tetap memperingatinya secara pribadi atau dalam lingkup terbatas.

Baca Juga : Ony DPRD Jatim Dorong Hilirisasi Pertanian: Solusi Konkret Putus Rantai Kemiskinan Tuban

Biasanya, perayaan dilakukan di tempat ibadah tertentu atau secara tertutup tanpa melibatkan publik secara luas.

Paskah merupakan hari besar penting bagi umat Kristiani, tetapi tidak semua negara menjadikannya sebagai hari libur nasional. Negara dengan mayoritas non-Kristen atau kebijakan tertentu cenderung tidak merayakannya secara resmi.

Meski demikian, nilai toleransi tetap terlihat melalui adanya ruang bagi komunitas tertentu untuk merayakan Paskah secara pribadi, meskipun tidak menjadi bagian dari kalender nasional.


Topik

Peristiwa paskah perayaan paskah negara tanpa paskah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---