JATIMTIMES - Seorang pendakwah ternama yang dikenal dengan inisial SAM dilaporkan ke polisi atas dugaan kasus pelecehan seksual terhadap sejumlah santri. Kasus ini mencuat setelah laporan para korban kini diketahui telah naik ke tahap penyidikan.
Menurut tim kuasa hukum korban, laporan tersebut sebenarnya sudah diajukan sekitar lima bulan lalu. Dalam laporan itu disebutkan bahwa dugaan tindakan pelecehan dilakukan dalam rentang waktu yang cukup panjang, yakni sejak 2017 hingga 2025.
Baca Juga : Besaran Zakat Fitrah 2026 Resmi Ditetapkan Rp 50.000/Jiwa, Berikut Penjelasannya
Kuasa hukum korban menyebut, pelaku diduga menggunakan modus tertentu untuk mendekati para korban. “Modusnya, korban diiming-imingi akan disekolahkan ke luar negeri,” ujar kuasa hukum korban kepada wartawan, Kamis (12/3).
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa dugaan pelecehan ini sebenarnya sudah mulai terungkap sejak 2018. Saat itu, SAM disebut sempat meminta maaf kepada korban dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Namun, menurut pihak korban, tindakan serupa diduga kembali terjadi pada 2025, sehingga para korban akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur hukum.
Dilansir dari akun Instagram @lets.talkandenjoy, korban kemudian sepakat melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri karena menilai tidak ada perubahan dari pihak terlapor.
Salah satu kuasa hukum korban, Benny Jehadu, menyatakan laporan ini diharapkan bisa menjadi peringatan keras agar kejadian serupa tidak terulang.
“Karena korbannya tak hanya pria dewasa, namun juga ada santri di bawah umur. Harapannya, lewat laporan ini tidak ada lagi korban si terlapor,” ujar Benny.
Sosok Ustaz SAM
Ustaz berinisial SAM dikenal publik sebagai tokoh agama yang cukup populer. Ia juga disebut pernah tampil sebagai juri dalam ajang pencarian bakat hafiz Al-Qur'an di salah satu stasiun televisi swasta.
Meski demikian, hingga kini identitas lengkap ustaz tersebut belum diungkap secara resmi kepada publik oleh pihak berwenang.
Nama Ustaz Solmed Ikut Terseret
Munculnya kabar dugaan pelecehan ini memicu spekulasi luas di media sosial. Sejumlah warganet bahkan sempat mengaitkan inisial SAM dengan Ustaz Solmed.
Tuduhan tersebut membuat akun media sosial Ustaz Solmed dibanjiri komentar negatif dari warganet. Menanggapi hal itu, Ustaz Solmed akhirnya memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya.
“Lagi rame nih soal inisial SAM,” tulisnya pada Jumat (13/3).
Baca Juga : JIIPE Ramadan Charity: Bazar UMKM dan 2.300 Paket Sembako Murah untuk Masyarakat
Ia kemudian menegaskan bahwa namanya tidak sesuai dengan inisial yang sedang ramai diperbincangkan.
“Nama saya = Saleh Mahmud Munawir, jadi kalau mau pakai inisial ya SMM bukan SAM,” tegasnya.
Ustaz Solmed juga mengaku heran mengapa akun Instagram miliknya menjadi sasaran kemarahan sebagian warganet.
“Kok bisa-bisanya sih pada nyasar ke IG saya?” tulisnya.
Meski merasa difitnah, ayah tiga anak tersebut memilih menanggapi situasi itu dengan santai. Dalam unggahannya, ia bahkan sempat berkelakar sambil mempromosikan produk minuman yang dijualnya.
“Yaudah, gini aja deh, yang sudah pada nitip sandal dan jeruk di akun IG saya, plus sudah ikut memfitnah dan buruk sangka ke saya, biar urusan ini di akhirat tidak berkepanjangan, mumpung bulan Ramadan, saudara jangan lupa beli Kozma Water,” ujarnya.
Hingga saat ini, kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret pendakwah berinisial SAM masih dalam proses penyidikan oleh pihak kepolisian.
Pihak berwenang belum mengungkap identitas lengkap terlapor kepada publik, sementara proses hukum terhadap laporan para korban masih terus berjalan.