JATIMTIMES — Peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah di Kantor DPD PDIP Jawa Timur, Kamis (5/3/2026), tidak sekadar menjadi agenda keagamaan rutin. Momentum Ramadan itu juga dimanfaatkan partai untuk menegaskan identitas politiknya sebagai partai wong cilik sekaligus memperkuat pesan kebhinekaan di tengah masyarakat.
Kegiatan yang digelar di kantor DPD PDIP Jatim, Surabaya, tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan yang diisi dengan aktivitas religius serta aksi sosial bagi masyarakat.
Baca Juga : Viral Olahraga Saat Kena Campak, Selebgram Ruce Nuenda Minta Maaf
Ketua DPD PDIP Jawa Timur Said Abdullah mengatakan peringatan Nuzulul Quran merupakan tradisi yang secara rutin digelar partainya setiap bulan Ramadan.
“Nuzulul Quran ini bagian jati diri kami. Setiap acara keagamaan besar, mau Natal, acara Hindu, Kristen, Katolik maupun Islam, kami selalu hadir bersama masyarakat,” ujar Said di sela kegiatan.
Menurutnya, kehadiran partai dalam berbagai perayaan keagamaan menjadi cara PDIP menjaga semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Intinya kami terus menghidupkan kebhinekaan di internal kami dan ke publik, ke masyarakat,” katanya.
Selain kegiatan keagamaan, PDIP juga menggelar berbagai aksi sosial selama Ramadan. Said menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen partainya untuk tetap berpihak kepada masyarakat kecil.
“Kami menunjukkan jati diri kami bahwa kami itu partai wong cilik, tidak pernah berubah sampai sekarang dari dulu,” ujarnya.
Baca Juga : Disebut Paling Penting, Ini Keutamaan 10 Hari Kedua Puasa Ramadan yang Perlu Diketahui
Sebagai bagian dari kegiatan sosial Ramadan, DPD PDIP Jawa Timur juga telah menyalurkan ratusan ribu paket sembako kepada masyarakat di berbagai daerah.
“Di Jawa Timur mulai tanggal 1 kemarin sudah disebar 360.000 paket sembako. Ada beras, ada minyak goreng, ada gula,” kata Said.
Ia menjelaskan bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong kader partai sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat selama bulan Ramadan.
Menurutnya, kepedulian sosial menjadi bagian dari tradisi partai yang terus dijaga, seiring dengan upaya memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas di tengah kehidupan masyarakat.