JATIMTIMES – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Batu pada Rabu (4/3/2026) malam menimbulkan berbagai dampak bencana. Salah satunya, bahkan menimpa markas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat). Atap kanopi yang menaungi sejumlah kendaraan pemadam ambruk menjadi korban keganasan angin kencang.
Peristiwa ambruknya atap markas yang berlokasi di area perkantoran terpadu tersebut dilaporkan terjadi sekira pukul 18.15 WIB. Embusan angin yang sangat kuat membuat konstruksi atap tak kuasa menahan beban hingga akhirnya runtuh menimpa area parkir armada.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Kamis Legi 5 Maret 2026: Hati-Hati dengan Teman!
Nahas, material atap yang ambruk dilaporkan menimpa satu unit mobil tangga penyelamatan. Armada ini merupakan salah satu alat vital yang dimiliki dinas untuk penyelamatan dan penanganan kebakaran di gedung bertingkat. Hingga saat ini, tingkat kerusakan mobil tersebut belum bisa dipastikan karena masih tertimbun material bangunan.
Kabid Pencegahan dan Penyelamatan Damkarmat Kota Batu, Santoso Wardoyo, menegaskan bahwa ambruknya atap tersebut murni disebabkan oleh faktor alam. Ia menyebut kondisi fisik bangunan sebenarnya dalam keadaan prima sebelum diterjang cuaca ekstrem semalam.
"Kondisi bangunan sebenarnya masih bagus. Namun, karena embusan angin malam ini memang sangat kencang, konstruksi atap tidak sanggup menahan tekanan dan akhirnya ambruk," ungkap Santoso saat ditemui, Rabu malam (4/3/2026).
Situasi di lapangan sempat terasa pelik. Pasalnya, musibah di markas sendiri terjadi bersamaan dengan memuncaknya laporan kedaruratan dari masyarakat. Personel Damkarmat harus membagi fokus di tengah banyaknya kejadian yang terjadi secara beruntun.
"Tim kami masih fokus melakukan evakuasi di sejumlah titik lain. Malam ini laporannya luar biasa padat, mulai dari pohon tumbang, laporan kebakaran, hingga permintaan evakuasi ular di pemukiman warga," tambahnya.
Baca Juga : Ramalan Zodiak 5 Maret 2026: Kejutan Tak Terduga Mengguncang Hari Ini, Siapa Paling Beruntung?
Meski kondisi markas mengalami kerusakan cukup serius, Santoso menjamin bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak akan terganggu. Seluruh personel tetap disiagakan 24 jam penuh untuk merespons segala bentuk laporan kebencanaan di wilayah Kota Batu.
Bersama BPBD dan instansi gabungan, pihak Damkarmat pun terus memantau perkembangan cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlanjut. Upaya pembersihan material atap yang menimpa armada direncanakan akan segera dilakukan agar mobilitas petugas kembali normal sepenuhnya.