JATIMTIMES – Masyarakat Kota Batu harus memperpanjang kewaspadaan ekstra. Setelah serangkaian peringatan dini dalam 10 hari terakhir, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda kembali merilis peringatan lanjutan terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi mengepung wilayah Jawa Timur, termasuk Kota Batu, mulai 21 hingga 28 Februari 2026.
Kondisi topografi Kota Batu yang didominasi pegunungan dan tebing curam menjadikan wilayah ini masuk dalam zona prioritas kewaspadaan. Peningkatan aktivitas cuaca ekstrem ini diperkirakan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir bandang, hingga tanah longsor yang mengancam pemukiman maupun akses jalan.
Baca Juga : Mendadak Ramai! Pendaftaran Beasiswa LPDP 2026 Tahap I Ditutup Besok, Cek Syarat Lengkapnya
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa saat ini seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk Kota Batu, masih berada pada puncak musim hujan. Aktifnya Monsun Asia ditambah gangguan gelombang atmosfer menjadi pemicu utama labilnya kondisi cuaca saat ini.
"Diprakirakan dalam delapan hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan. Hal ini dipicu aktifnya Monsun Asia serta gangguan gelombang atmosfer seperti Madden Jullian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby yang melintasi Jawa Timur," ujar Taufiq Hermawan dalam rilis yang diterima JatimTIMES, Minggu (22/2/2026).
Selain faktor atmosfer skala luas, suhu muka laut yang masih hangat dan kondisi atmosfer lokal yang labil turut memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif. Dampaknya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi secara mendadak di wilayah Kota Batu.
Taufiq secara khusus memberikan imbauan bagi warga yang tinggal atau sedang melintas di wilayah dengan topografi bergunung. Curah hujan yang tinggi dalam durasi lama di kawasan tebing Kota Batu sangat rawan memicu pergerakan tanah atau tanah longsor.
"Wilayah dengan topografi curam atau bergunung diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang ditimbulkan, seperti banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, hingga pohon tumbang yang dapat mengganggu jarak pandang," tegasnya.
Baca Juga : Dugaan Pelanggaran Developer, Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Siap Lakukan Penindakan Hukum
BMKG juga mengingatkan instansi terkait di lingkungan Pemkot Batu dan masyarakat untuk terus memantau informasi peringatan dini 2 hingga 3 jam ke depan. Kewaspadaan ini penting mengingat perubahan cuaca di kawasan pegunungan seringkali terjadi sangat cepat dan ekstrem.
Warga disarankan untuk rutin mengecek citra radar cuaca melalui kanal resmi BMKG Juanda sebelum melakukan aktivitas luar ruangan, terutama bagi wisatawan yang berencana mengunjungi destinasi wisata alam di Kota Batu.
"Senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak. Pastikan selalu memantau informasi terkini melalui media sosial atau kanal komunikasi resmi kami guna memitigasi risiko bencana," pungkas Taufiq.