free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

1 Ramadan 1447 H Berpotensi Beda Tanggal: Ini Penetapan Arab Saudi, Indonesia, Oman, Qatar, dan Turki

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

17 - Feb - 2026, 12:39

Loading Placeholder
Ilustrasi Ramadan. (Foto: Pixabay)

JATIMTIMES - Umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, penentuan awal puasa di berbagai negara tidak selalu seragam. Perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah membuat 1 Ramadan bisa jatuh pada tanggal yang berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.

Di kawasan Timur Tengah, sejumlah negara telah mengumumkan atau memprediksi awal Ramadan berdasarkan metode yang mereka gunakan, baik melalui pengamatan hilal secara langsung (rukyat) maupun perhitungan astronomi (hisab).

Baca Juga : Hadapi Kendala Disparitas Akademik, Sekolah Rakyat Kota Batu Bentuk Tim Penjamin Mutu Internal

Meski berpotensi berbeda tanggal, hal tersebut tidak mengurangi makna dan suka cita umat Muslim dalam menyambut bulan penuh berkah ini.

Mengapa Awal Ramadan Bisa Berbeda?

Penentuan 1 Ramadan didasarkan pada kalender Hijriah yang mengikuti peredaran bulan. Awal bulan ditandai dengan terlihatnya hilal atau bulan sabit muda setelah matahari terbenam pada tanggal 29 bulan berjalan.

Ada dua metode utama yang digunakan:

• Rukyatul hilal (pengamatan langsung): Menunggu laporan visual terlihatnya bulan sabit.

• Hisab (perhitungan astronomi): Menggunakan data ilmiah untuk menentukan kemungkinan terlihatnya hilal.

Perbedaan lokasi geografis dan kriteria visibilitas hilal membuat hasilnya tidak selalu sama di setiap negara.

Arab Saudi Tunggu Hasil Pengamatan Resmi

Arab Saudi akan melakukan pengamatan resmi hilal pada 29 Sya'ban 1447 H yang bertepatan dengan Selasa, 17 Februari.

Mahkamah Agung melalui komite terkait akan memantau kemunculan bulan sabit setelah matahari terbenam. Jika hilal terlihat, maka Rabu, 18 Februari akan ditetapkan sebagai 1 Ramadan dan umat Islam mulai berpuasa pada hari tersebut.

Namun, apabila hilal tidak terlihat, bulan Sya'ban akan digenapkan menjadi 30 hari. Dalam skenario ini, 1 Ramadan akan jatuh pada Kamis, 19 Februari.

Sebagai negara yang menjadi rujukan banyak umat Islam dunia, keputusan Arab Saudi kerap dinantikan karena sering menjadi acuan bagi sejumlah negara lain.

Oman Tetapkan 1 Ramadan Berdasarkan Hisab

Oman menjadi salah satu negara yang lebih awal mengumumkan awal Ramadan. Otoritas setempat menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari berdasarkan perhitungan astronomi.

Keputusan tersebut diambil oleh Komite Penampakan Bulan di bawah Kementerian Endowments and Religious Affairs (MERA). Berdasarkan data astronomi, bulan diperkirakan sudah terbenam sebelum memungkinkan dilakukan pengamatan visual pada 17 Februari atau 29 Sya'ban.

Karena kondisi tersebut, 18 Februari ditetapkan sebagai hari terakhir bulan Sya'ban, sehingga 1 Ramadan dimulai pada 19 Februari.

Qatar Ajak Warga Ikut Pantau Hilal

Di Qatar, Komite Pengamatan Bulan Sabit di Kementerian Wakaf dan Urusan Islam mengimbau masyarakat untuk turut serta memantau hilal pada Selasa, 17 Februari.

Warga yang melihat bulan sabit diminta melapor langsung ke kantor pusat kementerian di kawasan Menara Dafna. Meski tetap menunggu hasil rukyat, secara astronomi 1 Ramadan 1447 H di Qatar diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari.

Keputusan final tetap akan diumumkan setelah proses verifikasi laporan pengamatan selesai dilakukan.

Turki Gunakan Perhitungan Astronomi

Berbeda dari negara yang menunggu rukyat, Turki menetapkan awal seluruh bulan Hijriah menggunakan perhitungan astronomi.

Baca Juga : Antisipasi Macet Ramadan, Dishub Kota Malang Wajibkan Pasar Takjil Punya Lahan Parkir

Presidensi Urusan Agama Turki telah mengumumkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari. Berdasarkan kajian ilmiah mereka, penampakan hilal pada 17 Februari dinilai tidak memungkinkan terjadi di kawasan Arab, dunia Islam, maupun Amerika.

Karena itu, Turki secara resmi menetapkan awal puasa tanpa menunggu laporan pengamatan visual.

Bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia, penentuan awal Ramadan dilakukan melalui sidang isbat yang digelar pemerintah melalui Kementerian Agama. Sidang isbat biasanya melibatkan para ulama, ahli astronomi, perwakilan organisasi masyarakat Islam, serta instansi terkait. Prosesnya menggabungkan metode hisab dan rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik pemantauan di seluruh wilayah Indonesia.

Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria yang ditetapkan, maka malam itu juga diumumkan sebagai awal Ramadan. Namun jika tidak terlihat, bulan Sya'ban akan digenapkan menjadi 30 hari.

Selain pemerintah, sejumlah organisasi Islam di Indonesia juga memiliki metode masing-masing dalam menentukan awal Ramadan, sehingga dalam beberapa tahun tertentu perbedaan tanggal bisa saja terjadi.

Meski demikian, umat Islam di Indonesia tetap menjalankan ibadah dengan penuh toleransi dan saling menghormati perbedaan yang ada.

Perbedaan awal Ramadan bukanlah hal yang baru. Setiap tahun, variasi penetapan tanggal kerap terjadi, baik di Timur Tengah maupun di kawasan lain seperti Asia dan Afrika.

Faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut antara lain:

• Posisi geografis masing-masing negara

• Kriteria tinggi dan sudut elongasi hilal

• Metode yang dianut otoritas keagamaan setempat

Meski demikian, umat Islam tetap menjalankan ibadah dengan penuh kekhusyukan sesuai keputusan resmi di negara masing-masing.

Walaupun ada perbedaan dalam penetapan tanggal 1 Ramadan, esensi bulan suci tetap sama di mana pun dijalankan. Ramadan adalah bulan ampunan, bulan berbagi, dan bulan memperbanyak ibadah.

Perbedaan metode tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. Justru, hal tersebut mencerminkan kekayaan tradisi dan pendekatan ilmiah dalam khazanah Islam. Ramadan 1447 H diharapkan menjadi momen untuk mempererat ukhuwah, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat keimanan umat Muslim di seluruh dunia. Apa pun tanggal dimulainya, yang terpenting adalah kesiapan hati untuk menyambutnya dengan niat yang tulus dan semangat memperbaiki diri.


Topik

Peristiwa ramadan awal ramadan kapan puasa puasa pertama tanggal berapa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---