free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Diduga Gelapkan Dana Investor, LSM Aliansi Masyarakat Indonesia Bersatu Gelar Aksi Damai di SPPG Yayasan Barokah Al Khumaidah 

Penulis : Eko Arif Setiono - Editor : Dede Nana

13 - Feb - 2026, 13:10

Loading Placeholder
LSM Aliansi Masyarakat Indonesia Bersatu saat menggelar aksi damai di depan SPPG yayasan Barokah Al Khumaidah Bandar Lor Kota Kediri.

JATIMTIMES – Dugaan penyimpangan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandar lor yayasan Barokah Al Khumaidah di Kota Kediri memicu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Masyarakat Indonesia Bersatu menggelar aksi damai, Jumat (13/2/2026). Massa mendatangi dapur SPPG dan kantor Kejaksaan Negeri Kota Kediri untuk menyampaikan aksinya.

Koordinator lapangan aksi, Aris Priyono, menyebut pihaknya menemukan dugaan penggelapan dana dan penipuan terhadap sejumlah investor. Para investor, kata dia, dijanjikan pembagian hasil kerja sama, namun hingga hampir satu tahun belum menerima pembayaran.

Baca Juga : Pemkab Gresik Pastikan Harga Pangan Stabil dan Stok Aman Jelang Ramadan

“Ada beberapa investor yang diajak kerja sama dengan dalih hasilnya dibagi. Tapi sampai sekarang banyak yang belum dibayar. Nilainya variatif, ada yang hampir Rp100 juta,” ujarnya.

Selain itu, massa juga mempersoalkan kualitas produk makanan dari dapur SPPG yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan, termasuk aspek gizi. Mereka mengaku memiliki dokumentasi foto dari masyarakat penerima manfaat. Atas dugaan tersebut, massa meminta pemerintah melakukan pemeriksaan menyeluruh serta menutup operasional jika terbukti terjadi pelanggaran.

Menanggapi aksi tersebut, Imam selaku Administrator Yayasan Barokah Al Khumaidah menyatakan pihaknya terbuka apabila ada pemeriksaan. “Kami terbuka jika memang ada temuan. Silakan diperiksa, kami akan bantu prosesnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan operasional SPPG dilakukan oleh perwakilan satuan pelayanan, bukan langsung oleh yayasan. Meski demikian, pihak yayasan tetap akan melakukan evaluasi apabila ditemukan pelanggaran yang berdampak pada nama lembaga.

Menurutnya, saat ini di wilayah Kediri terdapat satu dapur SPPG yang beroperasi, sementara satu lainnya masih dalam proses pengajuan. Terkait dugaan kualitas makanan yang dipersoalkan massa, Imam menyebut pihak yayasan akan melakukan evaluasi internal.

Baca Juga : 22 Dapur SPPG di Kota Batu Masih Antre Sertifikasi SLHS

Sementara itu, perwakilan dari Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Bidang Intelijen, Wahyu Wasono, mengatakan laporan yang diterima baru disampaikan secara lisan. “Kami mendorong agar laporan disampaikan secara tertulis beserta bukti pendukung, sehingga bisa diketahui secara jelas posisi dan modus yang diduga terjadi,” katanya.

Ia menegaskan, apabila terdapat bukti yang cukup dan memenuhi unsur pelanggaran hukum, pihaknya akan menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.


Topik

Peristiwa sppg mbg yayasan barokah al khumaidah lsm penggelapan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Eko Arif Setiono

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---