JATIMTIMES - Rekam jejak MTs Negeri 1 Kota Malang dalam bidang akademik, khususnya sains dan matematika, menjadi magnet tersendiri bagi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. Citra sebagai madrasah dengan capaian prestasi konsisten itulah yang mendorong 150 mahasiswa Tadris IPA dan Tadris Matematika memilih sekolah tersebut sebagai lokasi kuliah kerja lapangan pada Selasa 10 Februari 2026.
Bagi FTIK UIN Salatiga, KKL bukan sekadar agenda rutin. Program ini dirancang sebagai ruang belajar langsung di lapangan, tempat mahasiswa menguji teori kependidikan yang selama ini dipelajari di kelas. Ketika pilihan lokasi jatuh pada MTsN 1 Kota Malang, pertimbangannya jelas: madrasah ini dinilai memiliki tata kelola pembelajaran yang stabil, kultur akademik yang terbangun, serta prestasi yang terukur.
Baca Juga : Ma’had Darul Hikmah MAN 1 Kota Malang Luncurkan Antologi Goresan yang Tak Sempat Terucap
Rombongan mahasiswa yang didampingi sembilan dosen dan enam tenaga kependidikan mengikuti rangkaian observasi dan diskusi. Mereka tidak hanya mencermati proses belajar mengajar, tetapi juga mempelajari bagaimana manajemen sekolah menopang capaian akademik.
Kaprodi Tadris IPA UIN Salatiga Dr Peni Susapti MSi menyebut MTsN 1 Kota Malang sebagai representasi praktik pendidikan yang layak dipelajari calon guru. Selain telah terikat kerja sama kelembagaan melalui nota kesepahaman, madrasah ini dikenal aktif menorehkan prestasi di bidang sains dan matematika.
“Kami melihat MTsN 1 Kota Malang memiliki rekam kinerja yang konsisten. Mahasiswa perlu menyaksikan langsung bagaimana sistem yang baik itu dijalankan, bukan hanya membayangkannya lewat teori,” ujar Peni.
Ia menegaskan, pengalaman lapangan penting agar mahasiswa memahami bahwa keberhasilan akademik tidak muncul tiba-tiba. Ada perencanaan kurikulum, strategi pengajaran, penguatan karakter, hingga pengelolaan fasilitas yang saling terhubung.
Sekretaris Prodi Tadris Matematika Muhamad Gani Rohman MPd menambahkan bahwa inovasi pembelajaran dan adaptasi teknologi yang diterapkan madrasah turut menjadi pertimbangan utama. Menurut dia, calon guru harus peka terhadap perubahan pendekatan belajar.
“Di sini mahasiswa bisa melihat bagaimana metode kreatif dan dukungan teknologi diterapkan secara nyata. Itu pengalaman yang sulit digantikan oleh simulasi di kampus,” kata Gani.
Baca Juga : Belum Kantongi SLHS, Dapur SPPG MBG di Kota Batu Jalani Inspeksi Kesehatan Lingkungan
Kepala MTsN 1 Kota Malang Dra Erni Qomaria Rida MPd menyambut kedatangan rombongan dengan terbuka. Ia mempersilakan mahasiswa menggali informasi seluas-luasnya tentang sistem yang berjalan di madrasahnya.
“Kami siap berbagi pengalaman, termasuk proses yang kami lalui untuk menjaga mutu. Harapannya, mahasiswa mendapat gambaran utuh tentang bagaimana sebuah lembaga pendidikan dikelola,” ucap Erni.
Selama kunjungan, mahasiswa mengikuti dialog bersama tim humas terkait kurikulum dan manajemen madrasah. Mereka juga meninjau berbagai fasilitas pendukung, seperti Ma’had Al Madany, ruang unit kesehatan sekolah, layanan bimbingan konseling, hingga sarana literasi digital yang menunjang pembelajaran.