JATIMTIMES - Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) tak lagi diposisikan sekadar sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga mitra strategis negara. Komitmen itu ditegaskan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Kampus 3 UIN Maliki Malang belum lama ini dan dihadiri langsung Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. KH. Mochammad Irfan Yusuf, M.Si. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret kampus dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sekaligus berdampak langsung bagi umat.
Baca Juga : Unisba Blitar Matangkan Kurikulum OBE untuk Menjawab Tantangan Dunia Kerja
“Pendidikan berkualitas bukan hanya soal teori di kelas, tetapi bagaimana mahasiswa memperoleh pengalaman praktik yang nyata,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu kekuatan UIN Maliki terletak pada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) yang memiliki program unggulan di bidang kesehatan haji dan umrah. Bidang ini dinilai relevan dengan kebutuhan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang semakin kompleks.
Tak berhenti pada aspek pendidikan, ruang lingkup kerja sama juga mencakup penelitian dan pengabdian masyarakat. Selain itu, kolaborasi diarahkan pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia di sektor Bina Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), termasuk skema pengugasan dan pemanfaatan SDM antara UIN Maliki dan Kementerian Haji dan Umrah RI.
“Melalui integrasi program akademik, KKM Unggulan fakultatif, serta inovasi berbasis riset, kami siap mendukung kebijakan Kementerian Haji dan Umrah dalam menyiapkan jamaah yang sehat, mandiri, dan siap beribadah,” tegas Prof. Ilfi.
Dalam kesempatan tersebut, UIN Maliki juga menyatakan harapan untuk terlibat aktif dalam sertifikasi pembimbing manasik haji profesional. Menurut Rektor, peran ini penting agar kontribusi kampus dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Kami berharap UIN Maliki dapat dipercaya dan diterima sebagai bagian dari pembimbing manasik haji profesional,” tambahnya.
Baca Juga : Unisma Malang Kumpulkan Akademisi Dunia di ICEBUSS 2026, Diikuti Peneliti dari 13 Negara
Momentum penandatanganan MoU ini turut dihadiri para mantan rektor UIN Maliki Malang, di antaranya Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si, Prof. Dr. H. Abd. Haris, M.Ag, dan Prof. Dr. HM Zainuddin, MA. Kehadiran mereka menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan dan arah pengembangan institusi.
Terakhir, Prof. Ilfi menyampaikan harapannya agar sinergi antara UIN Maliki dan Kementerian Haji dan Umrah RI dapat terus diperkuat. “Kami ingin perguruan tinggi keagamaan Islam hadir sebagai mitra strategis negara, saling menguatkan dalam program-program Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia,” pungkasnya.