JATIMTIMES - Polresta Malang Kota mulai menggeber Operasi Keselamatan Semeru 2026 dengan langkah yang tidak biasa. Alih-alih langsung mengedepankan penindakan, aparat memulai turun lebih awal ke sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini, Senin (2/2/2026).
Operasi yang digelar selama 14 hari, yakni 2-15 Februaru mendatang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus pemanasan menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026. Puluhan personel gabungan dikerahkan untuk melakukan edukasi, sosialisasi, hingga patroli bersama demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).
Baca Juga : Lantai Dapur Rumah Warga Sisir Tiba-Tiba Ambles Sedalam 12 Meter, Diduga Bekas Galian C Puluhan Tahun Silam
Hal ini ditegaskan Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Rio Angga Prasetyo. Rio menegaskan bahwa sasaran utama operasi kali ini adalah perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda.
“Fokus kami bukan semata penindakan, tetapi membangun kesadaran. Karena itu edukasi kami lakukan sejak jenjang PAUD, sekolah dasar, menengah, hingga perguruan tinggi,” ungkap Rio.
Menurutnya, pendekatan edukatif dinilai lebih efektif dalam membentuk karakter tertib berlalu lintas dibandingkan penegakan hukum semata. “Kami ingin masyarakat memahami pentingnya kamseltibcarlantas, bukan karena takut ditilang, tetapi karena sadar keselamatan itu kebutuhan,” imbuh Rio.
Selain kegiatan edukasi, Satlantas Polresta Malang Kota bersama instansi terkait juga meningkatkan intensitas patroli, terutama di titik-titik rawan kepadatan. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian khusus adalah Alun-Alun Merdeka Kota Malang, yang belakangan ramai dikunjungi masyarakat.
“Kami menerima banyak laporan adanya kepadatan di kawasan Alun-alun Merdeka. Itu menjadi atensi kami. Patroli akan kami tingkatkan, dan setiap informasi dari masyarakat akan langsung kami tindaklanjuti,” tambah Rio.
Baca Juga : Ratusan Nyawa Melayang di Jalan, Polres Batu Tekan Fatalitas Laka Lewat Operasi Keselamatan Semeru 2026
Ia juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menciptakan keamanan di jalan raya, mulai dari saling menghormati sesama pengguna jalan hingga mematuhi aturan dasar berlalu lintas. Penggunaan helm SNI misalnya, itu untuk melindungi diri sendiri. Keselamatan harus menjadi kesadaran pribadi, bukan sekadar takut pada aturan,” tegas Rio.
Dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026 ini, Satlantas Polresta Malang Kota juga memperkuat pemanfaatan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik statis maupun mobile. Penindakan secara langsung akan dibatasi dan hanya dilakukan pada pelanggaran tertentu.
“Kami akan mengoptimalkan ETLE Mobile dan meminimalisir tilang manual. Operasi ini lebih mengedepankan upaya preventif dan persuasif, terutama menghadapi peningkatan arus kendaraan saat Ramadan dan Idulfitri 1447 H,” tutup Rio.