free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Tradisi Imlek di Jawa Timur, dari Bebersih Rumah hingga Pesta Kembang Api

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

01 - Feb - 2026, 14:24

Loading Placeholder
Potret Vihara dan Kelenteng mulai ramai didatangi umat untuk berdoa saat Imlek. (Foto: Traveloka)

JATIMTIMES - Perayaan Tahun Baru China atau Imlek selalu menjadi momen yang menarik, termasuk di Jawa Timur. Di berbagai kota seperti Surabaya, Malang, hingga Kediri, Imlek sarat akan nilai budaya, filosofi hidup, dan tradisi turun-temurun yang masih dijaga hingga kini.

Di Jatim, suasana Imlek biasanya terasa berbeda. Dekorasi merah menghiasi sudut-sudut rumah, vihara dan kelenteng mulai ramai didatangi umat untuk berdoa, hingga atraksi barongsai yang selalu dinanti masyarakat.

Baca Juga : Batoro Katong dan Babad Alas Pacitan: Jejak Islamisasi di Selatan Jawa

Bagi masyarakat Tionghoa, Imlek menjadi momen perayaan untuk mempererat persaudaraan, berkumpul bersama keluarga besar, sekaligus memanjatkan doa agar tahun yang baru membawa berkah dan keberuntungan.

Setiap tradisi yang dilakukan memiliki makna simbolis, mulai dari ritual sederhana di rumah hingga perayaan besar di ruang publik.

Berikut sejumlah tradisi Imlek yang masih banyak dijalankan masyarakat Tionghoa di berbagai daerah di Jatim:

1. Bersih-bersih Rumah, Simbol Buang Sial

Menjelang Imlek, rumah biasanya dibersihkan secara menyeluruh. Tradisi ini dipercaya sebagai cara untuk membuang kesialan dari tahun sebelumnya dan menyambut keberuntungan baru.

Setelah bersih-bersih, rumah kemudian dihias dengan pernak-pernik khas Imlek, terutama yang didominasi warna merah. Warna merah sendiri melambangkan kebahagiaan, keberuntungan, dan perlindungan dari energi negatif.

2. Dekorasi Merah dan Lampion yang Ikonik

Serba-serbi Imlek selalu identik dengan warna merah. Lampion, hiasan pintu, hingga pakaian yang dikenakan saat perayaan biasanya bernuansa merah karena dipercaya membawa hoki.

Tak heran jika menjelang Imlek, suasana kota-kota besar di Jatim ikut semarak dengan dekorasi khas tersebut.

3. Makan Malam Reuni Keluarga

Tradisi makan bersama keluarga besar menjadi salah satu bagian terpenting dalam perayaan Imlek. Malam sebelum tahun baru biasanya diisi dengan jamuan makan keluarga.

Hidangan yang disajikan pun penuh makna, seperti:
• Ikan, simbol kelimpahan
• Mi panjang umur, lambang usia panjang
• Kue keranjang, mencerminkan keharmonisan dan kemakmuran

Selain itu, makanan khas seperti Yu Sheng juga kerap hadir. Hidangan ini terdiri dari sayuran dan ikan, lalu diaduk bersama-sama menggunakan sumpit. Tradisinya, semakin tinggi diangkat, semakin besar harapan dan doa terkabul.

4. Berbagi Angpao

Imlek juga identik dengan pembagian angpao, amplop merah berisi uang. Angpao biasanya diberikan oleh orang tua atau mereka yang sudah menikah kepada anak-anak dan kerabat yang belum menikah.

Angpao bukan hanya hadiah materi, tetapi juga doa agar penerimanya mendapatkan rezeki, kesehatan, dan keberuntungan di tahun yang baru.

5. Tampilan Barongsai dan Liong 

Baca Juga : Pemkot Surabaya Tetapkan 14 Ruang Publik Sebagai Lokasi Tampilan Seni

Di kota-kota besar seperti Surabaya, pertunjukan barongsai dan liong menjadi atraksi wajib setiap Imlek. Tarian singa dan naga ini dipercaya mampu mengusir roh jahat sekaligus membawa keberuntungan.

Tak jarang pertunjukan ini juga menjadi festival budaya terbuka yang dinikmati masyarakat lintas etnis, mencerminkan toleransi dan keberagaman di Jawa Timur.

6. Sembahyang dan Persembahan di Klenteng

Selain perayaan meriah, Imlek juga diisi dengan ritual ibadah. Banyak masyarakat Tionghoa di Jatim datang ke klenteng untuk berdoa, membakar dupa, serta memohon keselamatan di tahun yang baru.

Persembahan seperti buah-buahan, kue, dan makanan khas sering disiapkan sebagai wujud syukur kepada dewa-dewa dan penghormatan kepada leluhur.

7. Petasan dan Kembang Api, Simbol Usir Roh Jahat

Tradisi menyalakan petasan dan kembang api juga masih dilakukan. Suara keras dipercaya dapat mengusir roh-roh jahat sekaligus menambah semarak suasana malam pergantian tahun.

8. Pasar Imlek di Kota-Kota Besar

Di beberapa daerah, terutama di Surabaya, Imlek juga diramaikan dengan pasar khusus. Di sana masyarakat bisa membeli berbagai kebutuhan seperti kue keranjang, dekorasi merah, angpao, hingga makanan khas perayaan.

Pasar Imlek ini juga menjadi bukti bahwa tradisi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat luas, bukan hanya satu kelompok budaya.

Demikian beragam tradisi perayaan Imlek di Jawa Timur. Imlek juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan keluarga, menghargai tradisi, serta menyambut masa depan dengan optimisme. Semoga informasi ini menambah pengetahuan Sobat Jatimtimes ya!


Topik

Peristiwa imlek perayaan imlek tahun baru china jawa timur



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---