Tarian Telanjang dan Penjualan Minol di Pantai Marina Boom Banyuwangi Ini Diakui Lurah Kampung Mandar Benarkan Pernah Ada | Indonesia TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Tarian Telanjang dan Penjualan Minol di Pantai Marina Boom Banyuwangi Ini Diakui Lurah Kampung Mandar Benarkan Pernah Ada

Aug 16, 2022 16:49
Resto & Cafe Banyuwangi International Yacht Club (BIYC) Banyuwangi yang ada di kawasan Pantai Marina Boom Banyuwangi (Foto; Nurhadi Banyuwangi TIMES)
Resto & Cafe Banyuwangi International Yacht Club (BIYC) Banyuwangi yang ada di kawasan Pantai Marina Boom Banyuwangi (Foto; Nurhadi Banyuwangi TIMES)

JATIMTIMES - Hiburan tarian telanjang dan penjualan minol di Pantai Marina Boom Banyuwangi benar adanya. Dwi Sasongko, Lurah Kampung Mandar membenarkan dugaan adanya praktik hiburan tarian telanjang dan penjualan minol di kawasan  Pantai Marina Boom Banyuwangi. 

Hiburan tersebut disuguhkian oleh Banyuwangi International Yacht Club (BIYC) Banyuwangi yang ada di kawasan Pantai Marina Boom Banyuwangi pada saat merayakan ulang tahun. Hanya saja, Sasongko lupa waktu pastinya pada saat digelar acara hiburan tersebut. “Yang saya tahu saat ulang tahunya BIYC  lupa hari dan bulannya, di saat  malam hari memang benar ada sajian tarian telanjang, tetapi untuk perkembangan saat ini saya tidak tahu. Terus untuk minuman kerasnya hanya berkisaran di lokasi acara itu. Yang saya tahu  kalau sampai penjualan di luar area Marina Boom belum saya temukan,” jelas Sasongko di rumahnya pada Senin (15/08/2022).

Baca Juga : Antisipasi Anomali Cuaca, BPBD Banyuwangi Gelar Program Edukasi dan Mitigasi Bencana

Lebih lanjut dia menuturkan minuman berarkohol (Minol) yang beredar disiapkan oleh pihak BIYC khusus bagi para tamu, jadi kelas menengah ke atas. Sedangkan bagi masyarakat kelas menengah tidak mungkin karena harganya terlalu mahal karena memang standarnya untuk bule.

”Jadi khusus anggota (member) BIYC saja yang saya tahu itu. Selebihnya ada peredaran seperti apa, ada tarian seperti apalagi saya tidak tahu karena sudah jarang ke sana,” pungkas Tokoh Masyarakat Kampung Ujung tersebut.

Sementara Dona Aprilia, Human Resources Development (HRD) BIYC Banyuwangi tidak membantah adanya informasi praktik tari telanjang dan penjualan minol di Pantai Marina Boom Banyuwangi. “Kejadiannya sudah lama dan itu merupakan kebijakan managemen lama. Sebenarnya bukan tari telanjang tetapi menyesuaikan dengan tema Ocean Party sehingga penari menggunakan bikini yang ada rumbai-rumbai dari tali rafia bukan telanjang,” jelasnya.

Alumni SMK PGRI Giri itu menuturkan sejak ganti managemen tidak ada lagi even party yang digelar. Sedangkan untuk minol BIYC menyediakan bagi member khususnya. Sekali waktu ada tamu dari luar Banyuwangi yang meminta tetapi jumlahnya relatif sedikit karena sekitar 80 persen tamu BIYC adalah bule.

“Kalaupun yang lokal khususnya untuk Banyuwangi mungkin hanya pada saat ada event tertentu saja. Tetapi kalaupun hari-hari biasa sangat susah untuk minum-minuman keras. Walaupun alkohol kecil seperti bir itu susah tetapi kalau bule memang sering,” imbuh Wanita asal Licin itu.

Baca Juga : Dipsendukcapil Lumajang Berikan Layanan Khusus bagi Bayi Lahir 17 Agustus

Selanjutnya untuk harga, lanjut Ibu satu anak itu, karena termasuk menwarkan pemandangan yang bagus maka BIYC memberi harga yang sesuai dengan makanan dan minumanya.

“Selain itu, bahan yang digunakan seperti daging yang kami gunakan kebanyakan tidak lokal akan tetapi kebanyakan impor. Kemudian harganya juga menyesuaikan karena bahan-bahan yang lain kami juga bukan lokal kebanyakan bahan-bahan impor, makanya harganya mengikuti,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
tarian telanjang Pantai Marina Boom

Berita Lainnya