Sejarah Universitas Brawijaya, Berembrio dari Yayasan Swasta dan Tumbuh Jadi PTN Terkemuka
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Yunan Helmy
05 - Apr - 2025, 06:55
JATIMTIMES - Universitas Brawijaya (UB), yang kini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, memiliki sejarah yang panjang dan berliku sebelum akhirnya mendapat status sebagai perguruan tinggi negeri.
Cikal bakal UB yang dikenal seperti saat ini bermula dari Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 1 Tahun 1963 penegerian UB. Dalam proses pendiriannya, UB melewati serangkaian perjuangan dari tokoh-tokoh mahasiswa dan masyarakat Malang.
Baca Juga : Hendak Kuliah di Universitas Terbuka? Segini Biaya Pendidikannya
Keputusan mengenai penegerian yang diterbitkan oleh menteri PTIP akhirnya mendapatkan pengesahan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 196 Tahun 1963, yang berlaku mulai 5 Januari 1963. Tanggal ini kemudian dipilih sebagai hari peringatan ulang tahun (Dies Natalis) UB.
UB berakar pada dua fakultas yang semula merupakan cabang dari Universitas Swasta Sawerigading Makassar, yakni Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi. Namun, pada tahun 1957, kedua fakultas ini mengalami stagnasi dalam perkembangannya, menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa.
Keadaan tersebut mendorong sejumlah tokoh mahasiswa untuk mengambil langkah nyata dengan mengadakan pertemuan di Balai Kota Malang pada 10 Mei 1957. Dari pertemuan tersebut, tercetus ide mendirikan universitas kotapraja yang akan lebih menjamin masa depan pendidikan tinggi di Malang.
Sebagai langkah awal, pada 28 Mei 1957 didirikan Yayasan Perguruan Tinggi Malang, yang kemudian membuka Perguruan Tinggi Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (PTHPM) pada 1 Juli 1957. Sebagian besar mahasiswa dan dosen di PTHPM merupakan bekas mahasiswa dan pengajar dari Fakultas Hukum Universitas Sawerigading. Hampir bersamaan dengan itu, pada 15 Agustus 1957, Yayasan Tinggi Ekonomi Malang mendirikan Perguruan Tinggi Ekonomi Malang (PTEM).
Dengan perjuangan keras, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kotapraja Malang akhirnya mengakui PTHPM sebagai milik Kotapraja Malang melalui keputusan tertanggal 19 Juli 1958. Pada peringatan Dies Natalis III PTHPM pada 1 Juli 1960, nama universitas ini resmi berubah menjadi Universitas Kotapraja Malang. Seiring dengan pertumbuhan yang pesat, Universitas Kotapraja Malang mendirikan Fakultas Administrasi Niaga (FAN) pada 10 November 1960.
Namun, perjalanan menuju status negeri bukanlah hal yang mudah. Untuk memenuhi syarat penegerian, pada 26 Oktober 1961 Universitas Kotapraja Malang mendirikan Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP). Usaha ini akhirnya membuahkan hasil...