Ribuan Umat Hindu Gelar Jalanidhipuja di Balekambang Jelang Nyepi, Wabup Malang: Momen Penyucian Diri
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Nurlayla Ratri
24 - Mar - 2025, 07:16
JATIMTIMES - Wakil Bupati (Wabup) Malang Lathifah Shohib menghadiri Upacara Jalanidhipuja Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 Tahun 2025. Agenda tersebut berlangsung di Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Senin (24/3/2025) siang.
Dalam sambutannya, Lathifah menyampaikan agar upacara Jalanidhipuja dijadikan sebagai momen penyucian diri sekaligus perkuat keimanan juga ketakwaaan bagi seluruh umat Hindu.
Baca Juga : Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Negara, Ada Yang Dirayakan sampai 3 Hari
"Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, kami turut menyambut baik sekaligus menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan dari seluruh pihak. Sehingga Upacara Jalanidhipuja dapat terselenggara dengan baik," ujar Lathifah saat mengawali sambutannya.
Jalanidipuja merupakan serangkaian peribadatan menjelang perayaan Nyepi yang syarat dengan makna dan filosofi yang mendalam. Para umat Hindu yang hadir telah mempersembahkan penghormatan dan rasa terima kasih kepada sang pencipta. Terutama atas segala anugerah yang telah diberikan kepada umat manusia sepanjang perjalanan hidupnya.
Upacara Jalanidhipuja juga mengkiaskan bahwa manusia harus senantiasa hidup selaras dengan alam dan menjaga keseimbangannya. Mengingat manusia dengan alam memiliki hubungan dinamis yang saling memengaruhi kelangsungan kehidupan antara keduanya.
"Hendaknya setiap prosesi Upacara Jalanidhipuja hari ini dapat dihayati dan dilaksanakan dengan penuh khidmat,” tutur Lathifah.
Pada kesempatan yang sama, Lathifah juga turut mengajak kepada seluruh umat Hindu khususnya di Kabupaten Malang untuk menjadikan seluruh rangkaian peringatan Hari Nyepi tahun ini sebagai momentum untuk melakukan refleksi diri, menata kembali sikap, pikiran, dan perilaku. Sehingga dapat senantiasa menjaga keharmonisan dengan alam, dengan sesama manusia, hingga dengan Sang Pencipta.
"Dengan demikian, kita akan dapat bersama-sama menyambut pergantian Tahun Baru Saka 1947 nantinya dengan energi positif baru untuk selalu memayu hayuning bawana, hidup berdampingan dengan alam. Sehingga dapat mengupayakan keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia maupun batin masing-masing,” ujarnya.
Baca Juga : Baca Selengkapnya