Tiket Mudik Gratis Tujuan Pelabuhan Jangkar-Pelabuhan Raas Dijual Calo Seharga Ratusan Ribu
Reporter
Wisnu Bangun Saputro
Editor
Dede Nana
24 - Mar - 2025, 11:24
JATIMTIMES - Tiket mudik gratis yang disediakan pemerintah untuk memudahkan masyarakat kembali ke kampung halaman diduga dimanfaatkan oleh oknum calo untuk mencari keuntungan dengan memborong tiket gratis kemudian dijual kembali dengan harga mahal.
Kejadian tersebut ditemukan di Pelabuhan Jangkar Situbondo. Rudi sala satu pemudik dari kepulauan Raas, mengaku membeli tiket mudik gratis program Pemerintah Kabupaten Sumenep seharga Rp382 ribu lebih untuk 4 orang dan satu sepeda motor.
Baca Juga : Kabar Baik! 2 Bansos Kemensos ini Dijadwalkan Cair Bersamaan dengan Lebaran
"Saya beli dari calo mas, seharga Rp382 ribu lebih. Pesannya pas di Bali bayarnya pas nyampe pelabuhan Jangkar," ungkap Rudi sembari menunjukan tiket mudik gratis program dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, Senin (24/3/2025) di pelabuhan Jangkar Kabupaten Situbondo.
Rudi mengaku bahwa dia tidak mengetahui soal sosialisasi program tiket mudik gratis dari pemerintah sehingga dia memesan melalui calo tiket. "Saya tidak tau kalau ada program tiket gratis, karena sudah terlanjur pesan ya saya bayar melalui transfer," ujarnya.
Sementara itu, Subiyakto selaku Camat Raas menyayangkan adanya kegiatan calo yang menjual tiket mudik gratis program Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut kepada pemudik.
"Saya sangat menyayangkan adanya calo yang menjual tiket mudik gratis program Pemerintah Kabupaten Sumenep. Selain itu warga saya sudah tertahan lebih dari 3 hari untuk pulang kampung, ini kan menyusahkan warga saya," kata Subiyakto kepada media.
Subiyakto mengaku, hal semacam itu tidak hanya terjadi sekali dua kali, namun hampir setiap tahun. Sehingga dia berharap program mudik gratis untuk dihapuskan saja.
"Hapus saja program mudik gratis ini kalau hanya menyusahkan warga saya. Biar sudah tidak gratis, yang penting pemerintah menyediakan armada yang lebih banyak agar tidak ada warga saya yang tertahan sampai berhari-hari," ungkapnya.
Baca Juga : Baca Selengkapnya