JATIMTIMES - Usai diresmikan pada Rabu (31/1), Pemerintah Kota Kediri kini menetapkan kebijakan baru terkait pengalihan lalu lintas di Jalan Stasiun. Melalui penjelasan pada Podcast Pemkot Kediri TV pada Jumat (9/1), Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Arief Cholisudin menerangkan pemerintah akan memberlakukan jalur satu arah di Jalan Stasiun dan menjadikannya kawasan bebas parkir.
Tak hanya itu. Pihaknya juga akan melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) guna menciptakan kawasan yang tertib dan menjadikan ciri khas tersendiri bagi Kota Kediri.
Baca Juga : Tarif Pajak Kendaraan dan Opsen 2026 di Jawa Timur, Ini Rincian Lengkapnya
“Perubahan lalu lintas pasca peresmian memang akan ada yang kita tata ulang, mungkin jarak lebih panjang, waktu yang diperlukan lebih lama, ini demi indahnya Kota Kediri yang nantinya Jalan Stasiun akan menjadi City Of Tourism,” jelas Cholis.
Ia menambahkan, bagi pengendara roda dua dapat melintas melalui Jalan Dhoho menuju Jalan Stasiun hingga monumen lokomotif, kemudian dapat melintas menuju Jalan Ade Irma Suryani atau menuju Jalan Untung Suropati. Sedangkan khusus kendaraan roda empat hanya bisa melintas ke Jalan Untung Suropati.
Kendati demikian, masyarakat tak perlu khawatir saat acara Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) setiap Hari Minggu karena pemerintah akan melakukan pengecualian. Bagi penumpang KAI yang hendak menuju stasiun dapat melewati Jalan Untung Suropati yang diberlakukan dua arah pada pukul 05.00 hingga 09.00. Cholis menegaskan pihaknya bersama PT KAI akan bersiap siaga membantu mengarahkan pengguna jalan.
Kemudian, terkait penataan parkir bagi pemilik toko dan pembeli, masyarakat dapat memanfaatkan ex Pacific sebagai kantong parkir bagi mobil maupun motor selama 24 jam.
“Parkir di Jalan Dhoho juga bisa digunakan, bedanya kalau di Jalan Dhoho khusus plat AG Kota Kediri gratis sedangkan parkir di ex Pacifik plat manapun berbayar. Untuk penumpang KAI bisa parkir di stasiun atau di ex Pacific,” ujarnya.
Bagi peziarah Makam Syekh Wasil dapat memarkir kendaraannya di ex Pacific. Akan tetapi Pemkot Kediri telah mengantisipasi apabila terjadi lonjakan jumlah peziarah maka dapat memarkir kendaraan di Jalan Dhoho, Jalan Untung Suropati sebelah barat, Jalan Monginsidi, dan Jalan Stasiun.
Sebelum menerapkan kebijakan tersebut, Pemkot Kediri terlebih dahulu melakukan uji coba mulai Senin (5/1) dan mengalami sejumlah kendala, salah satunya masyarakat belum terbiasa dengan adanya pembaruan rute tersebut. Untuk itu, pihaknya terus mengimbau untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan ikon pariwisata baru di Kota Kediri.
Baca Juga : Melihat Jawa dari Kereta Api: Dari Weltevreden ke Surabaya Lama
Cholis mengatakan sebagai upaya mewujudkan kebijakan tersebut diperlukan kerjasama lintas sektor, di antaranya: Dinas Perhubungan yang melakukan pengaturan lalu lintas, Dinas Perdagangan dan Perindustrian melakukan penataan PKL, Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga menata setiap kegiatan-kegiatan di kawasan tersebut, Satpol PP bertugas menjaga ketertiban dan keamanan, serta camat dan lurah yang melakukan pengawasan lokasi.
Di penghujung podcast Dirinya berharap kepada warga Kota Kediri agar mendukung program tersebut serta berperan aktif dalam memberikan masukan dan saran demi terciptanya city of tourism yang berdampak positif pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
“Harapan Jalan Stasiun ini akan diingat oleh orang-orang yang pernah ke Kota Kediri sehingga membuat kangen sehingga slogan Kediri Ngangeni bisa kita raih,” pungkasnya.