free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Kick Off Satu Abad NU Dimulai dari Unisma, Tegaskan NU sebagai Rumah Peradaban

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

07 - Jan - 2026, 13:19

Loading Placeholder
Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi titik awal Kick Off Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Universitas Islam Malang (Unisma) resmi menjadi titik awal Kick Off Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU). Mengusung tema Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi Kontribusi, dan Mengembangkan Peradaban, kegiatan ini digelar pada Rabu (7/1/2026) dan menandai dimulainya rangkaian peringatan satu abad NU di Jawa Timur.

 Kampus Unisma dipilih bukan sekadar lokasi, melainkan simbol komitmen perguruan tinggi NU dalam menjaga tradisi, memperluas kontribusi, dan menatap masa depan peradaban.

Baca Juga : Manusia Berkaki Telanjang yang Mengajarkan Arti Empati dan Tawakal

Rektor Universitas Islam Malang, Prof. Drs. Junaidi Mistar, PhD, menegaskan bahwa kesiapan Unisma menjadi tuan rumah tidak berhenti pada penyediaan tempat.

 Menurutnya, sejak awal pihak PWNU Jawa Timur mengajukan permohonan, Unisma langsung menyatakan siap secara total, logistik, sumber daya, hingga dukungan kelembagaan.

2

“Kami siap bukan hanya secara fisik, tapi dengan seluruh potensi yang kami miliki untuk NU,” ujarnya.

Sebagai perguruan tinggi yang lahir dari rahim NU, Unisma disebut Junaidi terus memosisikan diri sebagai bagian tak terpisahkan dari jam’iyyah. Komitmen itu diwujudkan melalui dukungan berjenjang terhadap program NU, dari tingkat ranting hingga pengurus pusat. 

Menjadi shohibul bait Kick Off Satu Abad NU, lanjutnya, adalah bagian dari tanggung jawab moral sekaligus ikhtiar membesarkan kampus NU itu sendiri.

1

Dalam sambutannya, Junaidi juga memaparkan arah pengembangan Unisma yang dirangkum dalam dua slogan utama: Unisma dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia serta Unisma Terbang Melesat Menuju World Class University. Dua narasi ini, menurutnya, menjadi jangkar identitas sekaligus kompas masa depan, menguatkan akar ke-NU-an sambil menyiapkan daya saing global.

5

Dari sisi capaian, Unisma mencatatkan sejumlah prestasi strategis. Kampus ini menjadi perguruan tinggi NU pertama yang meraih akreditasi institusi peringkat Unggul. Saat ini, Unisma mengelola 38 program studi, terdiri dari 25 program sarjana, dua program profesi, 10 program magister, dan satu program doktoral. 

Lebih dari separuh program studi tersebut telah terakreditasi Unggul, bahkan tujuh di antaranya meraih akreditasi internasional dari lembaga bereputasi di Jepang dan Jerman. Di level nasional, Unisma menempati peringkat 53 perguruan tinggi terbaik Indonesia versi pemeringkatan pemerintah 2020, sementara di kawasan Asia Tenggara berada di peringkat 173 dan masuk jajaran 1.000+ Asia berdasarkan QS Asia University Rankings 2026.

Komitmen Unisma terhadap warga NU juga ditunjukkan melalui kebijakan afirmatif. Pada 2026, Unisma mengalokasikan sedikitnya 100 kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah khusus bagi warga Nahdliyin yang memenuhi syarat, dengan proses seleksi melibatkan tim PBNU. 

Selain itu, kampus membuka stan pendaftaran mahasiswa baru selama periode 7–31 Januari 2026. Sebagai bentuk apresiasi momen satu abad NU, Unisma memberikan potongan UKT semester pertama sebesar Rp1.926.000 bagi pendaftar non-Fakultas Kedokteran, angka yang diambil dari tahun berdirinya NU, 1926.

3

Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), dalam arahannya menekankan bahwa peringatan satu abad NU bukan seremoni kosong. Ia mengajak seluruh warga NU menjadikan momentum ini sebagai ruang refleksi dan pembenahan internal, sekaligus penguatan peran NU sebagai rumah besar umat Islam yang inklusif. NU, menurutnya, harus terus hadir bagi semua lapisan, kaya-miskin, pusat-pinggiran, tanpa kehilangan tradisi keilmuan dan khidmah sosial.

4

Dari unsur pemerintah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut satu abad NU sebagai tonggak sejarah penting bagi bangsa. Ia menyoroti kontribusi NU sejak Resolusi Jihad hingga peran-peran kebangsaan di era modern. 

Emil menegaskan bahwa kebijakan negara idealnya lahir dari kebijaksanaan, bukan sekadar keputusan administratif, dan NU memiliki tradisi panjang dalam menjaga keseimbangan itu. 

“Sebagai mayoritas, umat Islam, melalui NU, memiliki seni tersendiri dalam merawat NKRI agar semua merasa terwadahi,” ujarnya.

Baca Juga : AS Kembali Incar Greenland, Ini Alasan Pulau Es Arktik Jadi Penting

Emil juga mengapresiasi kepedulian sosial NU Jawa Timur yang berhasil menghimpun dana sekitar Rp389 miliar untuk membantu korban bencana di Sumatra. Baginya, hal itu membuktikan bahwa NU bukan hanya kuat secara struktur, tetapi juga hidup di tengah masyarakat, bahkan hingga pelosok yang tak tersentuh sinyal sekalipun.

Kick Off Satu Abad NU di Unisma ditandai dengan penekanan tombol oleh jajaran PWNU Jawa Timur bersama para kepala daerah dan unsur Forkopimda. Momentum ini menjadi penanda dimulainya rangkaian panjang peringatan satu abad NU yang puncaknya akan digelar secara nasional. 

Dari kampus NU di Malang, pesan itu menggema: NU menatap abad kedua dengan tradisi yang kokoh, kontribusi yang nyata, dan visi peradaban yang melampaui zaman.


Topik

Pendidikan unisma satu abad nu kampus nu rektor unisma



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---