free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kesehatan

Dexamethasone Ramai Disebut ‘Obat Dewa’, Pakar Ungkap Bahaya di Balik Efek Instannya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

21 - Dec - 2025, 09:36

Loading Placeholder
Potret dexamethasone yang lagi viral di media sosial dijuluki sebagai “obat dewa”. (Foto: Apotek Mandjur)

JATIMTIMES - Media sosial belakangan ramai membahas dexamethasone yang dijuluki sebagai “obat dewa”. Julukan ini muncul karena efeknya yang dianggap cepat meredakan berbagai keluhan, mulai dari gatal parah, sesak napas, hingga nyeri sendi. 

Namun di balik khasiatnya, ternyata para ahli mengingatkan obat ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan karena berisiko memicu dampak serius bagi kesehatan.

Baca Juga : Daftar Lengkap 14 Zona Megathrust Indonesia, BMKG Ingatkan Potensi Gempa Besar

Unggahan soal dexamethasone viral setelah dibagikan seorang apoteker, Andi Permana, melalui akun Threads pribadinya. Dalam unggahan tersebut, Andi menggambarkan dexamethasone sebagai obat yang “terlihat kecil dan murah”, tetapi memiliki efek yang sangat kuat pada tubuh.

Ia menjelaskan, dexamethasone merupakan obat kortikosteroid yang bekerja dengan cara menekan respons imun dan peradangan. Karena mekanisme inilah, keluhan seperti nyeri, bengkak, hingga gatal bisa mereda dengan cepat. Namun efek tersebut bukan berarti penyakit benar-benar sembuh.

“Dia tidak bertarung melawan penyakit, tapi membungkam sistem imun,” tulis Andi, dikutip dari akun Threads pribadinya, Minggu (21/12).

Efek cepat inilah yang membuat dexamethasone kerap disalahgunakan. Tak jarang, obat ini dicampurkan ke dalam jamu pegal linu atau produk penambah berat badan ilegal. 

Konsumen yang meminumnya kerap merasa badan lebih enteng, nafsu makan meningkat, dan stamina seolah membaik. Padahal, kondisi tersebut merupakan efek sementara dari penekanan sistem imun dan peradangan. 

Dalam jangka panjang, penggunaan dexamethasone tanpa pengawasan medis justru dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.

Andi menguraikan sejumlah efek samping yang bisa muncul akibat konsumsi dexamethasone sembarangan. Di antaranya perubahan distribusi lemak tubuh yang memicu wajah membulat atau moon face, penumpukan lemak di punggung atas atau buffalo hump, pengeroposan tulang hingga osteoporosis, serta kulit yang menipis dan mudah memar.

Tak hanya itu, penggunaan jangka panjang juga dapat menekan kerja kelenjar adrenal. Kondisi ini membuat tubuh bergantung pada pasokan steroid dari luar. Jika konsumsi dexamethasone dihentikan secara mendadak, risiko syok hingga gangguan serius bisa terjadi.

Baca Juga : Minggu Pahing 21 Desember 2025, Awal Rajab Hari Baik untuk Ambil Keputusan

“Kalau sudah minum lebih dari dua minggu, tidak boleh berhenti mendadak. Dosis harus diturunkan perlahan di bawah pengawasan dokter,” tulis Andi.

Peringatan serupa disampaikan pakar farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Zullies Ikawati. Ia menegaskan dexamethasone termasuk obat keras golongan kortikosteroid dengan fungsi yang sangat spesifik.

“Obat ini bekerja seperti hormon alami tubuh yang mengatur banyak sistem sekaligus, jadi memang efeknya luas,” ujar Prof Zullies, dikutip detikcom, Minggu (21/12/2025).

Karena termasuk obat keras, dexamethasone tidak boleh dibeli bebas dan harus digunakan sesuai resep dokter. Prof Zullies menilai efek instan yang dirasakan membuat sebagian orang tergoda mengonsumsinya untuk keluhan ringan, seperti pegal atau sekadar ingin badan terasa enak.

Padahal, penggunaan tanpa pengawasan dapat memicu risiko serius. Mulai dari gangguan tekanan darah, peningkatan gula darah, masalah lambung, hingga pengeroposan tulang.

“Obat ini tidak untuk pemakaian jangka panjang dan tanpa kontrol, serta tidak boleh digunakan hanya karena capek atau biar badan enak,” pungkas Prof Zullies. 


Topik

Kesehatan bahaya dexamethasone obat dewa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---