JATIMTIMES - Jagat media sosial tengah diramaikan oleh pernyataan Wardatina Mawa, istri sah Insanul Fahmi. Dalam sebuah episode podcast di kanal YouTube Denny Sumargo, Mawa secara terbuka membahas rekaman video berdurasi dua jam yang disebut-sebut melibatkan suaminya dengan Inara Rusli. Setelah pengakuan tersebut viral, netizen langsung penasaran dan mencari tahu mengenai isi video yang dimaksud.
Dalam obrolannya bersama Denny Sumargo, Wardatina Mawa tampak tak lagi mampu menahan emosi dan kekecewaannya. Ia mengaku telah menyerahkan rekaman tersebut kepada penyidik sebagai bagian dari laporan yang ia buat. Menurutnya, video itu menunjukkan tindakan yang membuatnya sangat terpukul hingga memutuskan menempuh jalur hukum.
Baca Juga : Ibu di Malang Keluhkan Layanan Pengasuh Daycare, Bayi Dibiarkan Nangis Berjam-Jam
Mawa menyebut bahwa apa yang dilihatnya dalam rekaman tersebut adalah bentuk pengkhianatan yang tidak bisa ia terima. Ketika Denny Sumargo memastikan apakah "zina besar" yang ia maksud merujuk pada hubungan layaknya suami dan istri, Mawa membenarkan hal tersebut berdasarkan apa yang ia dengar dan lihat dalam video. “Iya betul. Dan mereka melakukannya dengan sangat santai, seperti sudah terbiasa,” ujar Mawa dengan suara bergetar, dikutip Selasa (25/11/2025).
Ia juga mengungkapkan kecurigaannya bahwa kejadian itu bukan pertama kalinya terjadi. Baginya, cara Insanul Fahmi dan Inara Rusli berinteraksi dalam rekaman tersebut terlihat terlalu natural, seolah bukan sesuatu yang baru.
Sebagai istri sah, Mawa menyampaikan bahwa pengkhianatan itu menghancurkan perasaannya. Ia menegaskan bahwa tidak ada perempuan yang kuat menyaksikan suaminya melakukan perbuatan tersebut dengan orang lain. “Ini penghianatan dalam rumah tangga. Janji suci itu benar-benar dilanggar,” tuturnya.
“Rasanya seperti dunia runtuh," lanjutnya.
Baca Juga : 3 Amalan Rahasia yang Bikin Petugas Haji 2025 Lolos Seleksi
Pernyataan Wardatina Mawa di podcast tersebut kemudian menyebar luas di media sosial, memicu perbincangan hangat di kalangan netizen.
Banyak yang kemudian mencoba mencari video dua jam yang disebutkan, meski rekaman itu merupakan bagian dari proses penyidikan dan tidak dipublikasikan untuk umum.