JATIMTIMES - Proyek besar perbaikan drainase di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kota Malang, mulai menunjukkan geliat serius. Bekerja sama dengan berbagai pihak, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas PU SDA menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang untuk membantu penanganan vegetasi dan pohon yang terdampak proyek.
Proyek pelebaran dan perbaikan saluran air ini mencakup area sepanjang 1,4 kilometer, dengan fokus pada penertiban utilitas publik seperti reklame, kabel, hingga penanganan pohon-pohon yang berpotensi menghambat pengerjaan.
Baca Juga : Dinas PU SDA Jatim Perbaiki Drainase di Kawasan Jalan Suhat Malang: Tertibkan Reklame, Kabel, hingga Pohon
“Kegiatan ini untuk pengamanan utilitas, termasuk pohon yang berpotensi mengganggu. Pemangkasan dilakukan secara selektif agar tidak merusak lingkungan,” ujar Kabid RTH DLH Kota Malang Ismintarti.
Menurut dia, penanganan dilakukan secara bertahap. Setelah reklame dan tiang listrik dibersihkan, barulah penebangan pohon dilakukan. Tidak semua pohon ditebang, hanya yang berada tepat di atas atau mengganggu saluran drainase baru.
Sebelum dilakukan pemangkasan, pihak Provinsi Jawa Timur sudah tiga kali memberikan imbauan kepada pemilik reklame dan jaringan utilitas untuk membongkar sendiri aset mereka. Penertiban dilakukan secara terencana, mengedepankan aspek sosial dan kelestarian lingkungan.
“Kami lihat langsung di lapangan dan menyesuaikan arahan pimpinan. Prinsipnya, pohon yang tidak terkena dampak proyek tidak akan ditebang,” tegas wanita yang akrab disapa Atik itu.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi turut hadir memantau proses di lapangan. Ia menegaskan pentingnya menyeimbangkan pembangunan dengan pelestarian ruang terbuka hijau.
“Setelah pohon ditebang, harus ada penanaman kembali. Kami berharap ke depan Jalan Suhat bisa seperti Jalan Ijen yang tertata rapi, dengan ruang publik dan jalur pedestrian yang ramah,” ujarnya.
Terkait reklame liar, Arief mendukung penertiban tegas. Ia menyebut, pemerintah tidak perlu ragu membongkar jika pemiliknya abai.
“Reklame di fasilitas umum itu tanggung jawab pemerintah untuk menertibkan jika menghambat proyek strategis,” ujar Atik.
Baca Juga : Penataan Kawasan Hutan Kota Malabar, Muncul Wacana Pembangunan Parkir Bertingkat
Mengenai integrasi kabel listrik, Telkom, dan jaringan lain dalam sistem drainase, Arief menjelaskan bahwa program ducting atau pemindahan jaringan ke bawah tanah belum jadi prioritas. Fokus utama saat ini adalah pelebaran saluran untuk mengatasi genangan air saat musim hujan.
Perbaikan saluran drainase Jalan Soekarno-Hatta ini menjadi bagian dari sinergi antar-instansi demi kenyamanan warga Kota Malang. Dengan melibatkan DLH, Satpol PP, Dinas PU SDA Provinsi Jatin, dan DPRD, proyek ini ditargetkan berjalan cepat namun tetap humanis dan ramah lingkungan.
Langkah terstruktur ini diharapkan jadi titik awal penataan Jalan Suhat yang lebih tertib, bebas banjir, dan bisa menjadi koridor hijau baru di Kota Malang.
Berdasarkan data yang dilihat media ini, proyek perbaikan drainase itu bernama rehabilitasi daerah irigasi sengkaling kiri Kota Malang.
Pelaksanaan proyek diperkirakan akan selesai selama 180 hari kalender dan bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 30.125.374.100.