free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kesehatan

Makan Mi Instan Sebaiknya Berapa Kali Sebulan? Begini Penjelasan Dokter

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

07 - Apr - 2025, 08:41

Loading Placeholder
Seorang pria makan mi instan. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Siapa sih yang nggak doyan mi instan? Praktis, murah, dan rasanya nagih. Tapi, di balik kelezatannya, ada banyak pertanyaan yang muncul soal dampaknya bagi kesehatan. Salah satunya, "Sebenarnya, seberapa sering sih aman makan mi instan?" 

Menurut dr Dion Haryadi, dokter umum sekaligus certified nutrition & health coach, mi instan termasuk dalam kategori ultra processed foods (UPF) yang perlu diwaspadai jika dikonsumsi berlebihan. 

“Mi instan itu termasuk UPF yang jika dikonsumsi berlebihan, jangka panjang, memang bisa menyebabkan masalah kesehatan,” ujar dr Dion dalam unggahannya di akun Instagram pribadinya, @dionharyadi, Senin (7/4/2025). 

Ia juga menyebutkan bahwa mi instan bukanlah makanan yang padat gizi dan jelas bukan pilihan terbaik untuk dikonsumsi setiap hari. “Memang bukan makanan yang paling bergizi dan yah, bukan makanan yang seharusnya dikonsumsi setiap hari,” tambahnya. 

Meski begitu, dr Dion juga memahami bahwa tak semua orang bisa langsung meninggalkan mi instan. Bahkan, ia sendiri mengaku masih mengonsumsinya sesekali. “Nah, di sisi lain, ada yang masih belum bisa atau gak mau meninggalkan mi instan, termasuk saya. Ini juga gak salah,” ucapnya. 

Lebih lanjut, dr Dion menjelaskan bahwa mi instan pada dasarnya hanyalah sumber karbohidrat dari tepung dengan kandungan sodium yang cukup tinggi. Kalorinya juga terbilang besar jika dibandingkan dengan makanan pokok seperti nasi. 

“Kalau makan mi instan sebungkus doang, yah gak kenyang. Kalau mau kenyang, harus dua bungkus. Nah itu udah sekitar 600-700 kalori, yang setara dengan kurang lebih hampir setengah kilo nasi putih,” ungkapnya. 

Belum lagi, kata dia, banyak orang yang menambahkan topping seperti sosis, kornet, atau keju, yang justru semakin meningkatkan kalori dan sodium dalam satu porsi. 

Meski begitu, dr Dion menekankan bahwa konsumsi mi instan tetap bisa masuk dalam pola makan sehat, asalkan dilakukan dengan bijak.

“Kalau kamu makan mi instan dengan frekuensi terbatas seminggu sekali, sebulan sekali, atau bahkan lebih jarang dan kamu mengonsumsinya sebagai pengganti nasi dengan tambahan protein yang cukup dan sayur, sebenarnya gak ada masalah menurut saya,” jelasnya. 

Intinya, sambung dr Dion, semua kembali pada konteks gaya hidup masing-masing orang. “Pertanyaan 'seberapa sering boleh makan mi instan?' itu kayak pertanyaan 'seberapa sering saya boleh beli iPhone baru?' Yah tergantung kebutuhanmu, tergantung duitmu juga,” candanya. 

Dokter Dion sendiri mengaku kini hanya mengonsumsi mi instan sekitar satu bulan sekali. Itu pun seringkali diurungkan karena pertimbangan kalori.

“Biasanya kalau lagi pengen tapi mikir-mikir lagi kalorinya kegedean. Sayang. Bisa buat nasi putih, yah udah gak jadi. Mi instan juga entah kenapa makin tua, makin gak enak ya, hahaha,” ujarnya lalu tertawa.

Jadi, makan mi instan boleh saja, asal tidak jadi kebiasaan harian. Batasi konsumsinya, imbangi dengan pola makan sehat, cukup aktivitas fisik, dan perbanyak konsumsi makanan segar. Semoga informasi ini bermanfaat. 


Topik

Kesehatan mi instan dokter dion haryadi makanan sehat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---