free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

MTsN 1 Kota Malang Terima 13 Mahasiswa UM Mengajar, Siapkan Ruang Belajar di Madrasah

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

19 - Aug - 2026, 19:55

Loading Placeholder
Kepala MTsN 1 Kota Malang, Dra. Erni Qomaria Rida, M.Pd., bersama jajaran pimpinan madrasah berfoto bersama dengan 13 mahasiswa program UM mengajar (ist)

JATIMTIMES - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Malang menerima 13 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang akan menjalani Program UM Mengajar Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027. Selain menjalankan asistensi mengajar, mahasiswa tersebut akan belajar langsung memahami dinamika pembelajaran di lingkungan madrasah hingga 12 Desember 2026.

Penyerahan dan penerimaan mahasiswa berlangsung di ruang Kepala MTsN 1 Kota Malang, Rabu (19/8/2026). Rombongan mahasiswa diantar Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Prof. Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd., M.A., dari Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA UM, dan diterima Kepala MTsN 1 Kota Malang, Dra. Erni Qomaria Rida, M.Pd., bersama jajaran pimpinan madrasah.

Baca Juga : Bukan Sekadar Olah Limbah, KKN Unikama Uji Peluang Pupuk dan Pakan Jadi Produk Ekonomi Desa

Erni mengatakan MTsN 1 Kota Malang siap menerima dan mendampingi mahasiswa selama menjalankan program. Menurutnya, keberadaan mahasiswa di madrasah dapat menjadi ruang interaksi antara pengalaman pendidikan di perguruan tinggi dengan praktik pembelajaran di sekolah.

1

“Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan kolaborasi hebat yang saling menguatkan, menginspirasi para murid, serta mencetak generasi muda Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” kata Erni.

Kesiapan madrasah tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Program UM Mengajar. Mahasiswa tidak hanya ditempatkan untuk memenuhi kebutuhan praktik akademik, tetapi juga mendapatkan kesempatan berinteraksi dengan guru dan peserta didik serta mengenali secara langsung kondisi pembelajaran di kelas.

Sebanyak 13 mahasiswa yang diterjunkan berasal dari tiga bidang pendidikan. Mereka terdiri atas empat mahasiswa S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial (FIS), enam mahasiswa S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan tiga mahasiswa S1 Pendidikan Matematika (FMIPA).

Perbedaan latar belakang tersebut membuat mahasiswa akan terlibat dalam bidang pembelajaran yang beragam. Mahasiswa Pendidikan IPA dan Pendidikan Matematika dapat memperkuat proses pembelajaran yang berkaitan dengan sains, penalaran, konsep, dan pemecahan masalah. Sementara mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan memiliki ruang untuk berinteraksi dalam pembelajaran yang berkaitan dengan kebangsaan, karakter, nilai, dan kehidupan bermasyarakat.

Dalam praktiknya, pengalaman mengajar di madrasah memberikan tantangan yang berbeda dengan proses pembelajaran di perguruan tinggi. Mahasiswa harus mampu menerjemahkan pengetahuan akademik menjadi materi yang mudah dipahami peserta didik, sekaligus menyesuaikan metode dengan karakter dan kemampuan siswa yang beragam.

Kondisi tersebut membuat keberadaan guru pendamping menjadi bagian penting selama mahasiswa menjalankan program. Pengalaman guru dalam mengelola kelas dan memahami karakter peserta didik dapat menjadi rujukan bagi mahasiswa ketika mereka mulai terlibat dalam proses pembelajaran.

Baca Juga : Pembunuhan Mahasiswa Malang Dipicu Api Cemburu karena Pacar Digoda

"Kehadiran mahasiswa membawa perspektif akademik dan gagasan pembelajaran yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UM. Pertemuan pengalaman tersebut membuka ruang pertukaran pengetahuan antara calon pendidik dan guru di madrasah," paparnya.

Program UM Mengajar juga berlangsung pada situasi pendidikan yang menghadapi perubahan pola belajar peserta didik. Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membuat proses pembelajaran tidak lagi hanya bertumpu pada penyampaian materi. Guru dituntut mampu membangun keterlibatan siswa, mengembangkan kemampuan berpikir, serta mengarahkan penggunaan informasi secara tepat.

Bagi mahasiswa, lanjut Erni, kondisi tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang perlu mereka hadapi sebelum memasuki dunia profesi. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana perencanaan pembelajaran diterapkan, bagaimana siswa merespons materi, serta bagaimana guru mengambil keputusan ketika menghadapi persoalan di kelas.

Sebanyak 13 mahasiswa itu kini mulai memasuki lingkungan madrasah dengan latar belakang keilmuan masing-masing. Selama hampir empat bulan ke depan, mereka akan berinteraksi dengan guru dan peserta didik serta terlibat dalam proses pembelajaran sebagai bagian dari Program UM Mengajar Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027.


Topik

Pendidikan mtsn 1 kota malang program um mengajar



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---