JATIMTIMES – Komitmen membangun organisasi kepolisian yang profesional, transparan, dan akuntabel terus diperkuat jajaran Polres Situbondo. Salah satunya melalui kegiatan asistensi manajemen risiko yang digelar Tim Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Jawa Timur di Gedung Tantya Sudhirajati Polres Situbondo.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola organisasi sekaligus memperkuat sistem pengendalian dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Melalui penerapan manajemen risiko yang tepat, setiap satuan kerja diharapkan mampu memetakan potensi hambatan sejak dini sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Baca Juga : PWI Situbondo Perkuat Sinergi dengan DPRD, Bangun Kolaborasi Demi Keterbukaan Informasi Publik
Asistensi ini diikuti sekitar 120 peserta yang berasal dari Polres Situbondo, Polresta Banyuwangi, dan Polres Bondowoso. Para peserta terdiri atas pejabat utama, perwira, hingga operator dari masing-masing bagian, satuan, dan seksi yang bertanggung jawab terhadap implementasi manajemen risiko di lingkungan kerjanya.
Tim Itwasda Polda Jawa Timur dipimpin AKBP Rahmat Wijaya didampingi Kompol Tatik Nuryani, Kompol Susiyanto, serta Kompol Hariono. Kehadiran tim disambut Wakapolres Situbondo Kompol Toni Irawan bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Situbondo.
Mewakili Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, Wakapolres Kompol Toni Irawan menegaskan bahwa manajemen risiko bukan sekadar kewajiban administrasi. Lebih dari itu, penerapan manajemen risiko menjadi fondasi penting dalam menciptakan tata kelola organisasi yang modern dan mampu menjawab tantangan tugas kepolisian.
"Manajemen risiko harus dipahami oleh seluruh personel agar setiap pelaksanaan tugas dapat direncanakan dengan baik, potensi kendala dapat diidentifikasi sejak dini, dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," ujar Kompol Toni, Kamis (30/7/2026).
Ia menambahkan, setiap personel Polri dituntut mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi pelaksanaan tugas. Dengan perencanaan yang matang dan mitigasi yang tepat, potensi gangguan dapat ditekan sehingga pelayanan publik tetap berjalan maksimal.
Sementara itu, Ketua Tim Asistensi Itwasda Polda Jawa Timur AKBP Rahmat Wijaya menjelaskan bahwa manajemen risiko merupakan instrumen strategis dalam mendukung efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian. Penerapannya juga menjadi bagian dari implementasi prinsip good governance di lingkungan Polri.
Baca Juga : DPRD Jatim Berduka, Legislator Golkar dan Tokoh PSHT Pudji Wahju Widodo Meninggal Dunia
Menurut AKBP Rahmat, budaya sadar risiko harus dibangun di setiap satuan kerja. Dengan demikian, setiap fungsi kepolisian tidak hanya mampu mengenali potensi permasalahan, tetapi juga memiliki langkah mitigasi yang jelas untuk meminimalkan dampak yang mungkin timbul.
"Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh satuan kerja mampu mengidentifikasi potensi risiko dalam pelaksanaan tugas, menyusun langkah mitigasi, serta menjadikan manajemen risiko sebagai budaya kerja sehingga kinerja organisasi semakin baik dan akuntabel," tegas AKBP Rahmat Wijaya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi implementasi manajemen risiko yang dilanjutkan praktik penyusunan identifikasi risiko. Hasil identifikasi tersebut nantinya akan menjadi pedoman bagi masing-masing bagian, satuan, dan seksi dalam menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing.
Melalui asistensi ini, Polres Situbondo bersama Polresta Banyuwangi dan Polres Bondowoso diharapkan mampu mengimplementasikan manajemen risiko secara berkesinambungan. Dengan tata kelola organisasi yang semakin baik, Polri diharapkan dapat terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat akuntabilitas, serta menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.