free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

TPS Mangge Overload 3 Tahun hingga Meluber ke Jogging Track, Ini Respons DLH Magetan.

Penulis : Basworowati Prasetyo Nugraheni - Editor : Yunan Helmy

28 - Jul - 2026, 16:37

Loading Placeholder
Sampah di TPS Mangge overload ke jogging track.

JATIMTIMES — Masalah penumpukan sampah di tempat penampungan sementara (TPS) Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, makin memprihatinkan. Tumpukan sampah di area belakang Pasar Barat tersebut mengalami kelebihan kapasitas (overload) parah hingga meluber ke badan jogging track dan memicu aroma busuk yang mengganggu warga.

Hral ini membuat warga yang hendak berolahraga terpaksa memutar balik demi menghindari aroma menyengat dan risiko penyakit.

Baca Juga : Model Perlindungan Anak PMI Gresik Diapresiasi Nasional, Bupati Yani Terima Penghargaan Kepala Daerah Inspiratif

Lurah Mangge, Sigit, membeberkan bahwa kondisi overload di TPS 3R Barat Asri (Mangge) ini sejatinya sudah berlangsung kronis sejak tahun 2023. Fasilitas yang dikelola 16 anggota kelompok swadaya masyarakat (KSM) tersebut harus menampung volume limbah yang jauh melampaui kemampuan operasionalnya.

"Kondisi overload ini sudah berlangsung sejak 2023 atau sekitar 3 tahun. Saat ini KSM TPS 3R Barat Asri melayani sekitar 600 pelanggan dari 5 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan Barat," ungkap Sigit saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).

Sigit merinci sedikitnya ada 6 kendala teknis utama yang menyebabkan tumpukan sampah meluber ke fasilitas umum. Antara lain frekuensi pengangkutan terbatas. Armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH Magetan) hanya mengangkut residu dua hari sekali. Kemudian cakupan wilayah luas. TPS ini melayani 600 pelanggan yang tersebar di 5 desa dan 2 kelurahan.

Ketiga, belum ada mesin pemilah. Pengolahan sampah organik dan non-organik masih dilakukan secara manual. Keempat, ketiadaan conveyor, yaitu tidak adanya alat pemindah (conveyor) membatasi efisiensi pemilahan KSM. Terakhir, armada operasional kerap rusak. Kendaraan roda tiga pengangkut sampah warga sering mengalami masalah teknis.

Faktor lain adalah ketiadaan tembok pembatas. Lokasi penampungan belum memiliki dinding penahan permanen, sehingga sampah mudah meluber ke jogging track.

Meski demikian, KSM terus berupaya secara mandiri dengan menimbun sampah berkala hingga membuat cerobong pembakaran mandiri guna mengurangi residu.

Camat Barat, Ari Budi, meluruskan anggapan masyarakat bahwa tumpukan limbah tersebut berasal dari Pasar Barat. Ia menegaskan, TPS 3R Mangge Asri merupakan satu-satunya penampungan yang melayani warga satu Kecamatan Barat.

"Itu bukan sampah dari pasar saja, melainkan sampah warga satu Kecamatan Barat. Pengelolaannya sejauh ini dipilah oleh KSM. Namun karena bangunan induknya sudah penuh residu dan ditaruh di lahan depan yang belum ditumpuk tembok permanen, sampahnya meluber," terang Ari Budi.

Ari Budi mengapresiasi pengurus KSM yang tetap bekerja keras 24 jam mengurus sampah. Bahkan, TPS 3R ini pernah mendapatkan penghargaan dari DLH Magetan sebagai salah satu TPS 3R berkinerja terbaik dan paling eksis.

Guna mengatasi masalah ini secara permanen, pihaknya telah bersurat resmi ke DLH Magetan untuk mengajukan permohonan penambahan lokasi TPS 3R baru di wilayah Kecamatan Barat.

Baca Juga : Polres Ngawi Selidiki Penemuan Bayi Laki-Laki Ditinggalkan di Mobil Panti Asuhan

Menanggapi surat permohonan tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Magetan Eny Purwati mengonfirmasi bahwa kapasitas TPS 3R Mangge Asri memang sudah melampaui batas atau overload .

"Memang yang di Mangge itu kan sudah melebihi kapasitas. TPS 3R itu sebenarnya kapasitasnya hanya untuk melayani 400 rumah. Sedangkan kenyataannya melayani jauh lebih banyak. Bangunannya berdiri sejak 2016 dan belum pernah ada peningkatan skala (scale up)," jelas Eny.

Namun, Eny menegaskan dan meluruskan mekanisme birokrasi terkait permohonan perluasan lahan agar tidak terjadi salah kaprah di masyarakat maupun pihak KSM. Menurut dia, keputusan pengadaan tanah dan pembangunan sarana prasarana berada di ranah instansi lain.

Eny menekankan, persoalan perluasan lokasi ini tidak bisa diselesaikan oleh DLH Magetan sendirian, melainkan membutuhkan mekanisme lintas instansi di Pemkab Magetan yaitu berupa izin aset lahan (BPKPD). Karena lahan yang hendak diperluas menggunakan aset pemerintah kabupaten, permohonan izin tanah harus diajukan ke bupati Magetan melalui bidang aset (BPKPD). Pihak aset nantinya akan memverifikasi permohonan tersebut, kemudian rekomendasi teknis.

Pihak DLH Magetan berperan memberikan pertimbangan teknis mengenai keaktifan KSM, luasan ideal yang dibutuhkan, serta tingkat urgensi di lapangan. Dan yang terakhir adalah jika perizinan tanah disetujui, pelaksanaan fisik seperti pembangunan hanggar, gedung, maupun tembok penahan menjadi ranah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

"Kami sudah jelaskan mekanismenya agar tidak salah paham. Dari sisi LH, kami mengakui KSM-nya mempunyai area kerjanya luas, meliputi satu kecamatan dan pengolahannya banyak. dan kami tentu saja siap memberikan rekomendasi teknis begitu alur izin asetnya berjalan," pungkas Eny.

Koordinasi lintas instansi antara DLH Magetan, BPKPD, DPUPR, Kecamatan Barat, Kelurahan Mangge, dan KSM diharapkan dapat segera merealisasikan pengembangan TPS 3R ini, sehingga fungsi jogging track dapat segera kembali bersih dan bebas dari aroma tak sedap.

 


Topik

Peristiwa sampah sampah tps meluber magetan dlh magetan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Basworowati Prasetyo Nugraheni

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---