JATIMTIMES – Sebuah rumah dinas milik Dinas PU Sumber Daya Air (PUSDA) Provinsi Jawa Timur yang ditempati seorang warga lanjut usia di Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo, dilalap si jago merah pada Selasa (21/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang terjadi di salah satu kamar rumah.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di rumah yang ditempati Ali Wafa (72), beralamat di Jalan WR Supratman RT 04 RW 02, Lingkungan Mulya Utama, Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo.
Baca Juga : Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang Dapat Bantuan Pemerintah Pusat Terkait RDTR dan RTRW
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto melalui Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Puriyono menyampaikan bahwa api pertama kali diketahui muncul dari dalam kamar rumah.
"Saat melihat kobaran api, Ali Wafa segera meminta pertolongan kepada warga sekitar," ujar Puriyono atau akrab disapa Ipong itu.
Mendengar teriakan tersebut, warga langsung berdatangan dan bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
"Tak berselang lama, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Upaya penanganan juga diperkuat dengan satu unit mobil water tank milik Kodim 0823 Situbondo untuk membantu proses pembasahan agar api tidak merembet ke bangunan lain," imbuh Ipong
Berkat kerja sama petugas dan masyarakat, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.00 WIB. Proses pembasahan dilakukan hingga dipastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
"Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, bangunan rumah permanen berukuran sekitar 7 x 6 meter dengan tinggi tiga meter mengalami kerusakan berat akibat kebakaran," jelas Ipong.
Untuk kerugian materil, kata Ipong, diperkirakan total mencapai sekitar Rp50 juta. Nilai tersebut meliputi kerusakan bangunan beserta berbagai perabotan rumah tangga yang ikut terbakar.
Baca Juga : Wanita Bobol Swalayan di Kota Malang, Gagal Kabur usai Jatuh dari Lantai Tiga
Setelah menerima laporan dari warga, Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen cepat. Petugas juga berkoordinasi dengan kecamatan, Koramil, Polsek, kelurahan, relawan, serta instansi terkait dalam penanganan kejadian.
Sejumlah unsur terlibat dalam proses penanganan kebakaran, di antaranya Polsek Kota Situbondo, Koramil Kota Situbondo, Kecamatan Situbondo, Dinas Pemadam Kebakaran, Kodim 0823 Situbondo, BPBD Kabupaten Situbondo, Agisena BPBD, Tagana Dinas Sosial, Lurah Patokan, Pramuka Kwarcab Situbondo, Sat Sabhara Polres Situbondo, Satpol PP, PLN Wilayah Panarukan, serta masyarakat setempat.
BPBD Kabupaten Situbondo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mewaspadai titik-titik rawan yang dapat berpotensi sebagai sumber kebakaran.
"Kami mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik di rumah, terutama pada bangunan yang telah berusia tua. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting yang dapat menimbulkan kerugian besar," pungkas Ipong.