free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Dinas Peternakan Jatim Luncurkan Fojapamas, Solusi Pakan Ternak di Tengah Menyusutnya Lahan

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

18 - Jul - 2026, 11:20

Loading Placeholder
Poster inovasi Fojapamas (Fodder Jagung Pakan Alternatif Menuju Indonesia Emas) Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Menyusutnya lahan hijauan pakan ternak (HPT) menjadi tantangan serius bagi sektor peternakan di Jawa Timur. Menjawab persoalan tersebut, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur meluncurkan inovasi Fojapamas (Fodder Jagung Pakan Alternatif Menuju Indonesia Emas) sebagai solusi penyediaan pakan ternak yang lebih efisien, praktis, dan berkelanjutan.

Inovasi ini dikembangkan untuk membantu peternak tetap mampu memproduksi hijauan pakan berkualitas meski menghadapi keterbatasan lahan dan musim kemarau. Teknologi yang digunakan memanfaatkan sistem hidroponik sehingga proses produksi pakan menjadi lebih cepat dengan penggunaan air dan ruang yang jauh lebih hemat.

Baca Juga : Wamentan Dorong HKTI Jawa Timur Perkuat Pengawasan Program Pertanian

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Dr Ir Indyah Aryani MM mengatakan Fojapamas  merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung ketahanan pakan ternak.

"Melalui inovasi Fojapamas, kami ingin menghadirkan solusi yang mudah diterapkan oleh peternak untuk menghasilkan pakan hijauan berkualitas sepanjang tahun. Harapannya, inovasi ini dapat meningkatkan produktivitas ternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045," ujar Indyah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan luas lahan di Jawa Timur terus mengalami penyusutan, dari sekitar 7,75 juta hektare pada 2013 menjadi 7,10 juta hektare pada 2018. Berkurangnya lahan tersebut berdampak langsung terhadap ketersediaan hijauan pakan bagi ternak.

Selain persoalan alih fungsi lahan, peternak juga masih menghadapi berbagai kendala lain, mulai dari tingginya kebutuhan air, lamanya masa tanam hijauan konvensional, hingga proses budidaya yang membutuhkan perawatan cukup panjang sejak pembibitan sampai panen.

Melalui Fojapamas, Dinas Peternakan Jatim menawarkan metode budidaya fodder jagung secara hidroponik atau tanpa menggunakan media tanah. Sistem ini memanfaatkan larutan nutrisi yang dialirkan melalui air sehingga mampu memangkas waktu produksi secara signifikan.

Fodder jagung dipanen hanya dalam waktu sekitar tujuh hingga 12 hari sejak perkecambahan. Hasil panennya berupa hijauan segar yang kaya vitamin, mineral, dan enzim sehingga lebih mudah dicerna oleh ternak.

Teknologi tersebut juga memungkinkan peternak memproduksi pakan sepanjang tahun tanpa bergantung pada kondisi cuaca maupun luas lahan yang dimiliki. Dengan demikian, kebutuhan hijauan berkualitas tetap dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Selain mempercepat siklus produksi pakan, penggunaan fodder jagung dinilai mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan ternak. Hijauan yang dihasilkan tetap memiliki kandungan nutrisi tinggi sehingga dapat mendukung performa ternak secara optimal.

Baca Juga : Bediding Makin Terasa Jelang Puncak Kemarau, Ini Tips Agar Tetap Nyaman Menghadapinya

Indyah menilai inovasi ini dapat menjadi alternatif yang lebih ekonomis sekaligus praktis bagi peternak dalam memenuhi kebutuhan pakan sehari-hari.

Melalui implementasi Fojapamas, pemerintah menargetkan beberapa manfaat utama. Di antaranya mengoptimalkan pemanfaatan lahan sempit untuk menghasilkan pakan berkualitas dalam jumlah besar, meningkatkan kualitas bibit ternak unggul berstandar nasional, serta menjaga ketersediaan nutrisi bagi sapi perah agar produksi dan kualitas susu tetap terjaga.

Menurut Indyah, inovasi tersebut diharapkan tidak hanya dimanfaatkan oleh unit pemerintah, tetapi juga dapat diadopsi secara luas oleh peternak di berbagai daerah.

"Fojapamas diharapkan menjadi gerakan bersama dalam memanfaatkan teknologi tepat guna untuk mendukung kemandirian pakan, meningkatkan produktivitas peternakan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," kata Indyah. 

Ke depan, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur optimistis pemanfaatan fodder jagung dapat menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, keterbatasan lahan, serta meningkatnya kebutuhan pakan ternak di masa mendatang.

Dengan dukungan teknologi yang sederhana dan mudah diterapkan, Fojapamas diharapkan mampu mendorong lahirnya sistem peternakan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.


Topik

Pemerintahan dinas peternakan jatim jawa timur fojapamas pakan ternak



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---