free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Waspada Dampak El Nino, BPBD Kota Batu Petakan Tiga Faktor Kritis Pemicu Karhutla

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Dede Nana

30 - May - 2026, 11:35

Loading Placeholder
Ilustrasi. Kebakaran hutan dan lahan mengintai Kota Batu di musim kemarau, ditambah fenomena El-Nino yang mempengaruhi anomali iklim tengah diwaspadai BPBD.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Efek domino dari anomali iklim El Nino yang memicu musim kemarau lebih kering kini mulai mengancam kawasan pegunungan di Kota Batu. Merespons potensi risiko tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu bergerak cepat dengan memetakan tiga faktor kritis yang dinilai menjadi pemicu utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Noegroho mengatakan, langkah taktis ini diambil guna mempercepat mitigasi sebelum memasuki puncak kemarau yang diproyeksikan terjadi pada rentang Juli hingga September depan. Otoritas penanggulangan bencana bahkan mendesak pemerintah daerah untuk segera menerbitkan status Siaga Darurat Karhutla sebagai payung hukum penguatan koordinasi lintas sektor.

Baca Juga : Dongkrak Kesejahteraan, Harga Susu Sapi Segar di Dusun Brau Kota Batu Naik Jadi Rp8 Ribu/Liter

“Karakteristik vegetasi di kawasan hutan kita didominasi oleh pohon cemara gunung yang memiliki kandungan resin tinggi, sehingga sedikit saja terkena pemantik akan sangat cepat menyebarkan api,” terang Gatot, Sabtu (30/5/2026).

Gatot memaparkan, ancaman krusial kedua terletak pada tebalnya tumpukan serasah daun kering serta hamparan alang-alang kering di lantai hutan yang menjelma menjadi bahan bakar alami. Karakteristik kebakaran pada material ini sangat diwaspadai karena bara api kerap mengendap dan merembet di bawah permukaan tanah, meskipun secara visual api di permukaan luar tampak sudah padam.

Faktor ketiga yang paling menyulitkan tim penjinak api adalah kondisi topografi lereng pegunungan Kota Batu yang sangat ekstrem dengan sudut kemiringan tebing mencapai 60 hingga 70 derajat. Kondisi geografis yang curam tersebut membuat mobilisasi personel serta pasokan air lewat jalur darat menjadi nyaris mustahil untuk meredam titik api secara cepat.

“Bara di bawah tanah sering masih hidup meski api di permukaan terlihat padam, ditambah lagi jika api sudah naik ke tebing curam, personel darat akan sangat kesulitan menjangkaunya,” tutur Gatot.

Kendati kondisi alam sangat mendukung terjadinya kebakaran, BPBD menegaskan bahwa pematik utama dari bencana lingkungan ini mayoritas tetap bersumber dari faktor kelalaian aktivitas manusia. Mulai dari kebiasaan pembukaan lahan pertanian dengan cara dibakar, pembuangan puntung rokok sembarangan oleh para pendaki, hingga aktivitas perburuan liar di dalam hutan.

Baca Juga : Animo PPDBM di MAN Kota Batu Meningkat, 490 Calon Siswa Resmi Diterima Lewat Tiga Jalur

Guna meminimalkan potensi kelalaian tersebut, BPBD mengusulkan aktivasi jaringan koordinasi yang melibatkan Perhutani, akademisi, relawan, hingga kelompok masyarakat desa penyangga hutan. Selain memperketat patroli polisi hutan (polhut) di jalur rawan, aturan tegas berupa larangan menyalakan api unggun bagi para pecinta alam juga mulai diberlakukan secara ketat.

Optimalisasi peran Masyarakat Peduli Api (MPA) di garda terdepan kini menjadi tumpuan utama pemerintah daerah dalam melakukan deteksi dini sekaligus mencegah meluasnya kebakaran di kawasan hutan. Keterlibatan aktif warga lokal dinilai jauh lebih efektif untuk meredam kemunculan titik api baru sebelum berdampak luas pada ekosistem lingkungan.

“Mitigasi kebencanaan ini tidak bisa hanya bertumpu pada kesiapan petugas teknis semata, melainkan warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan harus mampu menjadi garda terdepan penanganan,” tutup Gatot.


Topik

Peristiwa el nino karhutla bpbd kota batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---