JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg. Wiyanto Wijoyo melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lawang untuk mengecek secara langsung pelayanan kesehatan kepada para pasien.
Hadir dalam kegiatan kunjungan di RSUD Lawang tersebut di antaranya Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Farid Habibah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Malang Agus Widodo, Forkopimcam Lawang, serta perwakilan dari beberapa perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.
Baca Juga : Kakanwil Kemenag Jatim Tekankan Perubahan Mindset dan Etos Kerja dalam Pembekalan GTK MTsN 2 Kota Malang
Bupati Malang HM. Sanusi menyampaikan, terdapat beberapa unit layanan yang dikunjungi. Mulai dari IGD, layanan poli-poli, layanan hemodialisa, layanan ruang rawat inap, serta sarana prasarana penunjang pelayanan kesehatan kepada setiap pasien yang berobat ke RSUD Lawang.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu menyebut, kekurangan-kekurangan sarana prasarana dalam rangka peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat akan segera dipenuhi. "Kekurangan-kekurangan akan dipenuhi. Nanti akan bangun lagi untuk pengembangan pelayanan," ungkap Sanusi, Kamis (30/4/2026).
Salah satu yang menjadi sorotan Sanusi yakni layanan hemodialisa atau layanan prosedur medis menggunakan mesin dan penyaring khusus atau dialyzer untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak dalam membersihkan darah dari limbah metabolisme, racun dan cairan berlebih. Di mana untuk titik layanan hemodialisa akan diperbanyak untuk mempercepat pelayanan terhadap pasien.
"Layanan hemodialisanya sekarang hanya ada enam titik, nanti kita kembangkan menjadi 14 titik. Karena pasien semakin banyak," ujar Sanusi.
Selain itu, Sanusi juga meninjau kesiapan RSUD Lawang dalam mengembangkan unit layanan non rumah sakit di bidang kuliner. Seperti pembuatan cafe, roti hingga kopi khas dari RSUD Lawang. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dari RSUD Lawang yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Ia juga berkesempatan meninjau antrean layanan pasien dan berdialog dengan pasien untuk menanyakan kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan oleh para tenaga kesehatan di RSUD Lawang. Sanusi menegaskan, tenaga kesehatan di RSUD Lawang harus tetap profesional dalam memberikan pelayanan.
"Tenaga kesehatan dan seluruh pegawai harus tetap semangat, profesional, serta memberikan pelayanan yang ramah, cepat dan responsif kepada masyarakat. Karena dari sinilah citra pelayanan kesehatan dibangun," tutur Sanusi.
Sementara itu, Direktur RSUD Lawang drg. Ivan Drie MMRS mengucapkan terima kasih atas kehadiran Sanusi bersama rombongan di RSUD Lawang. Ivan mengaku pihaknya beserta jajaran direksi dan para tenaga kesehatan terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat luas Kabupaten Malang. Terlebih lagi, dalam satu hari, kunjungan di RSUD Lawang mencapai 200 sampai 250 pasien.
"Sesuai dengan visi misi RSUD Lawang yang sudah kita sepakati bersama, pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat harus sepenuh hati seperti memerlakukan saudara maupun orang tua. Terkait dengan hal-hal teknis apabila ada kendala, segera untuk dikoordinasikan," jelas Ivan.
Berkaitan dengan pemenuhan sarana prasarana, pihaknya akan terus mengoptimalkan sarana yang ada untuk peningkatan layanan kesehatan. Khusus untuk layanan hemodialisa yang rencananya akan ditambah menjadi 16 titik, pihaknya menargetkan tahun 2026 ini dapat segera dioperasikan.
"Target untuk penambahan titik hemodialisa dilakukan tahun ini. Ini baru tahapnya di cipta karya ada koreksi di sana, setelah itu masuk ke tender. Jadi di tahun ini harus selesai," kata Ivan.
Ke depan dengan pemenuhan sarana prasarana yang terus ditambah dan semakin canggih, pihaknya berharap pelayanan kesehatan kepada pasien di RSUD Lawang dapat terus meningkat. Hal itu sesuai dengan harapan Bupati Malang HM. Sanusi yang tertuang di dalam visi misi Malang Makmur Berkelanjutan.