JATIMTIMES - Kasus dugaan pelecehan seksual verbal yang melibatkan mahasiswa Universitas Indonesia (UI), khususnya di Fakultas Hukum (FH) tengah menjadi sorotan publik. Hal ini terjadi setelah tangkapan layar percakapan sebuah grup chat beredar di media sosial.
Percakapan tersebut viral karena memuat komentar bernada seksual yang diduga mengarah pada objektifikasi perempuan. Sejumlah akun media sosial, termasuk akun anonim yang kerap membahas isu kampus, ikut membagikan tangkapan layar tersebut hingga memicu gelombang kecaman.
Baca Juga : Nurul Sahara Beri Belasungkawa untuk Yai Mim, Konflik Masa Lalu Tak Halangi Doa
Kasus ini disebut melibatkan 16 mahasiswa yang diduga melakukan kekerasan seksual secara verbal terhadap mahasiswi melalui percakapan di grup.
Mulanya kasus ini ramai diperbincangkan setelah akun X @sampahfhui mengunggah tangkapan layar chat grup.
"Sakit banget liat ada grup chat anak fhui yang tiap hari isinya ngelecehin dan objektifikasi perempuan," tulis akun tersebut, dikutip Selasa (14/4/2026).
"Lebih parahnya lagi, banyak anggotanya petinggi organisasi fakultas, ketua angkatan, bahkan ada yang lagi nyalon jadi ketua pelaksana ospek??" imbuhnya.
Dari tangkapan layar yang beredar tersebut, isi percakapan didominasi komentar berkonotasi seksual yang dinilai tidak pantas dan merendahkan perempuan.
"Depan gua berisik banget mau gua sumpel Ti***. Ga fokus nih gua ga liatin ppt," demikian salah satu pesan yang ada chat grup itu.
Kalimat tersebut memicu reaksi keras dari publik karena dianggap melecehkan dan menunjukkan adanya budaya objektifikasi di lingkungan mahasiswa.
Selain itu, beberapa percakapan lain juga disebut menyinggung konsep consent atau persetujuan dengan cara yang keliru. Sehingga muncul kekhawatiran lebih luas terkait kesadaran etika dan hukum, terutama di kalangan mahasiswa hukum.
Merespons viralnya kasus tersebut, Fakultas Hukum Universitas Indonesia memastikan pihaknya telah menerima laporan resmi dan saat ini tengah melakukan penelusuran.
Dalam pernyataan resminya, fakultas menegaskan sikap tegas terhadap segala bentuk perilaku yang merendahkan martabat manusia.
"Fakultas mengecam keras segala bentuk perilaku yang merendahkan martabat manusia serta bertentangan dengan nilai hukum dan etika akademik," demikian pernyataan fakultas.
FH UI menyebut laporan pertama diterima pada 12 April 2026. "Pada tanggal 12 April 2026, Fakultas menerima laporan mengenai dugaan pelanggaran kode etik yang juga berpotensi mengandung unsur tindak pidana, terkait aktivitas sebagian mahasiswa. Berdasarkan laporan tersebut, Fakultas mengetahui beredarnya tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan mahasiswa dan memuat konten yang tidak pantas, termasuk indikasi kekerasan seksual," tambahnya.
Baca Juga : LSM Cakrawala Keadilan Gelar Sayembara Tangkap Maling, Hadiah Jutaan Rupiah
Saat ini, pihak fakultas masih melakukan verifikasi menyeluruh. "Saat ini, Fakultas tengah melakukan penelusuran dan verifikasi secara serius, cermat, dan menyeluruh. Proses ini dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dan keadilan," tandas pernyataan fakultas.
FH UI juga menegaskan akan mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran kode etik maupun unsur pidana.
Rektor Heri Hermansyah turut angkat bicara terkait kasus yang viral ini. Ia memastikan proses penanganan di tingkat fakultas akan dipantau langsung oleh pihak universitas.
"Saya baru mendengarnya tadi malam ya dan saya udah tanya ke dekannya lagi menunggu respons. Tetapi saya juga perhatikan di berbagai media, dekan Fakultas Hukum sudah meresponsnya. Jadi nanti kita direktorat akan monitor bagaimana penanganan di fakultas. Sama-sama kita monitor ya, kita lawan pelecehan seksual," ungkap Heri, dikutip Selasa (14/4/2026).
Paling anyar, sebuah video ramai tersebar di media sosial memperlihatkan 16 mahasiswa yang diduga melakulan pelecehan diperlihatkan ke depan umum. Dalam video itu tampak ramai sorakan dari mahasiswi.
'Ini adalah tampang 16 pelaku pelecehan seksual verbal dan objektifiksasi terhadap perempuan di FH UI. Ini adalah moMen ketika mereka disidang oleh forum mahasiswa dan live di tiktok," tulis akun X @kalistohen****.

Dosen FH UI (kanan batik) yang diduga turut menjadi korban. (Foto: X)
Bahkan di chat tersebut ada juga komentar yang diduga melecehkan salah satu dosen.
"Gambar 2: Ibu yang berpakaian batik dan dipeluk menjadi salah satu korban yang dilecehkan para pelaku di grup chatnya. Beliau adalah salah satu dosen di FH UI. Beliau saat forum bilang “pas saya lihat chatnya, saya kaget ada nama saya," imbuh @kalistohen****.