JATIMTIMES - Program bantuan pendidikan tinggi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kembali menjadi sorotan dalam pengumuman hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Data terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar penerima KIP Kuliah berasal dari siswa yang sebelumnya sudah mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) saat SMA atau sederajat.
Plt Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Dr. Eng. Ir. Sandro Mihradi, ST, M.Eng., IPM, mengungkapkan bahwa tren ini mencerminkan adanya kesinambungan bantuan pendidikan dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi.
Baca Juga : UIN Malang Tembus Peringkat Dunia QS 2026, Perkuat Posisi di Bidang Teologi dan Studi Agama
Dalam konferensi pers pengumuman SNBP dan KIP Kuliah 2026 yang disiarkan melalui YouTube SNPMB ID pada Selasa (31/3/2026), Sandro menyebutkan bahwa 67% penerima KIP Kuliah di jalur SNBP merupakan alumni PIP saat SMA.
Dari total 64.471 pendaftar KIP Kuliah yang lolos SNBP, sebanyak 33.045 peserta dinyatakan memenuhi syarat (eligible) sebagai calon penerima bantuan tersebut.
“Dari 64 ribu tersebut, pendaftar KIP Kuliah yang dinyatakan lulus SNBP dan eligible sebagai penerima KIP kuliah, atau sebagai calon penerima KIP kuliah itu ada 33.045 siswa,” ujar Sandro.
Dari jumlah tersebut, sekitar 21.995 mahasiswa (67%) merupakan penerima PIP sebelumnya, sementara 11.050 mahasiswa (33%) lainnya bukan penerima PIP saat SMA.
Sandro menjelaskan bahwa KIP Kuliah memang dirancang untuk memberikan prioritas kepada siswa yang telah menerima PIP, terutama mereka yang berasal dari kelompok ekonomi bawah berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya desil 1 hingga 4.
“Tujuannya adalah memastikan keberlanjutan bantuan pendidikan, terutama bagi siswa yang sejak SMA sudah mendapatkan dukungan melalui PIP. Namun, kami tetap membuka peluang bagi yang sebelumnya belum menerima PIP,” jelasnya.
Sebaran Penerima Berdasarkan Desil Ekonomi
Berikut rincian distribusi penerima KIP Kuliah SNBP 2026 berdasarkan desil ekonomi:
Penerima PIP saat SMA:
• Desil 1: 5.286 orang
• Desil 2: 5.998 orang
• Desil 3: 5.835 orang
• Desil 4: 4.876 orang
Bukan penerima PIP saat SMA:
• Desil 1: 2.413 orang
• Desil 2: 2.799 orang
• Desil 3: 2.934 orang
• Desil 4: 2.904 orang
Data ini menunjukkan bahwa mayoritas penerima tetap berasal dari kelompok ekonomi terbawah, sesuai dengan tujuan utama program KIP Kuliah.
Daftar PTN dengan Penerima KIP Kuliah Terbanyak
Selain itu, Kemdiktisaintek juga merilis daftar perguruan tinggi negeri (PTN) dengan jumlah penerima KIP Kuliah terbanyak melalui jalur SNBP 2026.
PTN Vokasi:
1. Politeknik Negeri Jember – 917 penerima
2. Politeknik Negeri Sriwijaya – 697 penerima
3. Politeknik Negeri Medan – 605 penerima
4. Politeknik Negeri Lhokseumawe – 564 penerima
5. Politeknik Negeri Lampung – 518 penerima
6. Politeknik Negeri Padang – 497 penerima
7. Politeknik Negeri Semarang – 381 penerima
8. Politeknik Negeri Bengkalis – 363 penerima
9. Politeknik Negeri Ujung Pandang – 326 penerima
10. Politeknik Negeri Pontianak – 311 penerima
PTN Akademik:
1. Universitas Malikussaleh – 1.912 penerima
2. Universitas Negeri Medan – 1.788 penerima
3. Universitas Negeri Padang – 1.787 penerima
4. Universitas Negeri Surabaya – 1.782 penerima
5. Universitas Negeri Makassar – 1.516 penerima
6. Universitas Syiah Kuala – 1.511 penerima
7. Universitas Jember – 1.447 penerima
8. Universitas Pendidikan Indonesia – 1.412 penerima
9. Universitas Lampung – 1.319 penerima
10. Universitas Hasanuddin – 1.307 penerima.
Melalui data ini, pemerintah menegaskan bahwa program KIP Kuliah tetap berfokus pada pemerataan akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Dengan adanya kesinambungan antara PIP dan KIP Kuliah, diharapkan semakin banyak siswa berprestasi yang bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa terkendala biaya.