JATIMTIMES - Setiap tahun, suasana Pulau Bali berubah drastis saat perayaan Hari Raya Nyepi berlangsung. Jalanan yang biasanya ramai mendadak sepi, aktivitas masyarakat berhenti, hingga suasana malam terasa sangat gelap karena minimnya penerangan. Kondisi ini kerap membuat banyak orang bertanya-tanya, terutama wisatawan dan pekerja digital, apakah internet di Bali juga benar-benar dimatikan selama Nyepi?
Pertanyaan tersebut semakin sering muncul karena Bali dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dunia yang sangat bergantung pada teknologi dan layanan digital. Banyak pelaku usaha pariwisata, pekerja remote, hingga wisatawan lokal maupun mancanegara yang mengandalkan internet untuk bekerja, berkomunikasi, maupun mengakses berbagai layanan online.
Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku
Lalu, apakah benar internet di Bali akan mati total saat Nyepi 2026? Apakah kebijakan ini juga berlaku di wilayah lain di Indonesia?
Internet saat Nyepi Tidak Mati Total
Pada perayaan Nyepi, layanan internet di Bali sebenarnya tidak dimatikan sepenuhnya, melainkan hanya dibatasi sementara selama 24 jam. Pembatasan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang sedang menjalankan rangkaian ibadah Nyepi dengan suasana hening dan tanpa gangguan.
Kebijakan tersebut merujuk pada Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 2 Tahun 2026 tentang imbauan pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi di Bali. Dalam surat edaran tersebut, pemerintah mengimbau penyelenggara telekomunikasi untuk menghentikan sementara layanan data seluler selama Nyepi berlangsung.
Selain layanan data seluler, pembatasan juga mencakup layanan Internet Protocol Television (IPTV) serta siaran dari lembaga penyiaran lokal yang ada di Bali. Langkah ini dilakukan untuk mendukung terciptanya suasana sunyi dan khusyuk selama pelaksanaan Nyepi.
Wifi Tetap Aktif Selama Nyepi
Meski data seluler dibatasi, masyarakat maupun wisatawan tidak perlu terlalu khawatir. Layanan internet berbasis WiFi tetap dapat digunakan seperti biasa dan tidak mengalami penurunan kecepatan.
Artinya, akses internet di hotel, vila, rumah, atau tempat yang menyediakan jaringan WiFi tetap berjalan normal. Hal ini menjadi solusi bagi wisatawan atau pekerja yang masih membutuhkan koneksi internet selama berada di Bali saat Nyepi.
Selain itu, komunikasi dasar seperti telepon dan SMS juga tetap bisa digunakan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali, Gede Pramana.
Dengan demikian, masyarakat masih dapat melakukan komunikasi penting meskipun aktivitas digital melalui data seluler dibatasi sementara.
Layanan Darurat Tetap Berjalan
Pembatasan internet saat Nyepi tidak bertujuan untuk menghentikan seluruh aktivitas yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Sejumlah layanan publik yang bersifat vital tetap beroperasi seperti biasa.
Beberapa layanan tersebut antara lain rumah sakit, kepolisian, pemadam kebakaran, serta unit layanan darurat lainnya. Hal ini penting agar kebutuhan masyarakat yang bersifat mendesak tetap dapat ditangani dengan cepat meskipun Bali sedang menjalankan hari suci Nyepi.
Kebijakan ini juga menjadi bentuk keseimbangan antara menghormati tradisi keagamaan dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan.
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret
Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Hari suci ini berlangsung selama 24 jam, dimulai sejak 19 Maret 2026 pukul 05.59 WITA hingga 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.
Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang menandai pergantian Tahun Baru Saka. Pada hari ini, umat Hindu menjalankan ritual introspeksi diri melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian.
Catur Brata Penyepian terdiri dari empat pantangan utama, yaitu:
Baca Juga : Liburan ke Timur Tengah Batal? Ini 6 Destinasi Alternatif yang Tak Kalah Menarik
• Amati Geni, tidak menyalakan api atau cahaya secara berlebihan
• Amati Karya, tidak bekerja atau melakukan aktivitas fisik
• Amati Lelungan, tidak bepergian keluar rumah
• Amati Lelanguan, tidak menikmati hiburan atau kesenangan duniawi
Tujuan dari praktik ini adalah untuk menyucikan diri manusia (Bhuana Alit) serta menjaga keseimbangan alam semesta (Bhuana Agung).
Apakah Pembatasan Internet Nyepi Berlaku di Seluruh Indonesia?
Banyak orang mengira bahwa pembatasan internet saat Nyepi berlaku secara nasional. Namun faktanya, kebijakan tersebut hanya berlaku di wilayah Provinsi Bali.
Pembatasan ini merupakan permintaan dari Pemerintah Provinsi Bali kepada Kementerian Komunikasi dan Digital agar operator telekomunikasi menghentikan layanan data seluler dan IPTV sementara waktu selama 24 jam.
Tujuannya adalah untuk membantu menjaga suasana hening dan khusyuk selama umat Hindu di Bali menjalankan ibadah Nyepi.
Dengan demikian, masyarakat di luar Bali seperti di Jawa, Sumatra, Kalimantan, maupun wilayah lain di Indonesia tetap dapat menggunakan internet seperti biasa tanpa adanya pembatasan apa pun.
Tradisi Nyepi yang Unik di Dunia
Nyepi dikenal sebagai salah satu tradisi paling unik di dunia. Selama 24 jam penuh, hampir seluruh aktivitas di Bali benar-benar berhenti. Bandara internasional pun ditutup sementara, jalan raya kosong tanpa kendaraan, dan lampu-lampu dimatikan untuk menjaga keheningan malam.
Bagi banyak wisatawan, pengalaman berada di Bali saat Nyepi justru menjadi momen yang langka dan menarik. Mereka dapat merasakan suasana pulau yang benar-benar tenang tanpa hiruk pikuk aktivitas seperti hari-hari biasa.
Karena itulah, meskipun ada pembatasan internet dan aktivitas, Nyepi tetap menjadi bagian penting dari budaya Bali yang dihormati oleh masyarakat lokal maupun wisatawan dari berbagai negara.