JATIMTIMES - Persiapan arus mudik Lebaran 2026 di Kota Malang mulai dilakukan dengan pengawasan ketat terhadap kondisi kesehatan para pengemudi bus. Hasil pemeriksaan kesehatan yang digelar di Terminal Arjosari menunjukkan temuan yang cukup mengejutkan. Sebanyak 10 sopir bus dinyatakan tidak laik mengemudi.
Pemeriksaan kesehatan gratis tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Malang dan diikuti oleh 115 pengemudi bus yang akan melayani perjalanan mudik Idul Fitri 2026.
Baca Juga : Panduan Lengkap Salat Idulfitri 2026: Niat, Bacaan, Tata Cara hingga Doa
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif mengatakan, keputusan tidak laik mengemudi diberikan karena beberapa pengemudi memiliki kondisi kesehatan yang berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan.
“Dari total 115 pengemudi yang diperiksa, 10 orang kami rekomendasikan tidak laik mengemudi,” kata Husnul, Kamis (12/3/2026).
Para pengemudi yang dinyatakan tidak laik tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pihak terminal serta perusahaan otobus (PO) untuk menjalani evaluasi dan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan terdekat.
“Mereka kami rekomendasikan tidak laik jalan. Dan dikoordinasikan dengan kepala terminal, kepala PO bus untuk dilakukan evaluasi dan pemeriksaan lanjutan di faskes terdekat domisili,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan juga mengungkap sejumlah masalah kesehatan pada para pengemudi. Dari sisi tekanan darah, hanya 66 orang yang tercatat memiliki kondisi normal. Sementara itu, 32 pengemudi mengalami hipertensi ringan hingga sedang dan 17 orang lainnya terdeteksi mengalami hipertensi berat.
Temuan lain muncul dari pemeriksaan gula darah sewaktu. Sebanyak 106 pengemudi berada dalam kondisi normal. Namun delapan orang tercatat memiliki kadar gula darah antara 200 hingga 300 mg/dL, sedangkan satu orang memiliki kadar gula darah di atas 300 mg/dL.
Selain itu, hasil pemeriksaan juga menemukan adanya pengemudi yang positif alkohol serta gangguan pada kesehatan mata.
Baca Juga : Lebaran Enaknya Liburan ke Mana? Ini Rekomendasi Destinasi Wisata yang Bisa Dikunjungi
“Positif alkohol ada tujuh. Selain itu, dari sisi kesehatan mata, tujuh pengemudi terdeteksi mengalami buta warna,” bebernya.
Dari sisi status gizi, mayoritas pengemudi juga terdeteksi memiliki berat badan berlebih. Sebanyak 51 orang masuk kategori obesitas dan 23 orang tergolong overweight. Sementara itu, 40 orang memiliki berat badan normal dan satu orang tercatat underweight.
Secara keseluruhan, hasil pemeriksaan menyimpulkan 72 pengemudi dinyatakan laik mengemudi, 33 orang laik dengan catatan, dan 10 orang tidak laik mengemudi.
Husnul menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan para sopir yang bertugas selama musim mudik benar-benar dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugasnya.
“Kami ingin memastikan keselamatan penumpang selama arus mudik. Kondisi kesehatan pengemudi sangat menentukan keselamatan perjalanan,” pungkas Husnul.