free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Kisah Zaenal, Porter Stasiun Kota Baru Malang yang Hanya Dapat Tiga Penumpang Selama Ramadan

Penulis : Hendra Saputra - Editor : A Yahya

10 - Mar - 2026, 19:44

Loading Placeholder
Zaenal saat menunggu penumpang di Stasiun Kota Baru Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Menjelang arus mudik Lebaran, suasana di Stasiun Kota Baru Malang biasanya dipenuhi hiruk pikuk penumpang yang datang dan pergi. Namun pada Selasa (10/3/2026), geliat itu belum terlihat. Peron dan area kedatangan masih tampak lengang.

Di tengah situasi tersebut, para porter stasiun hanya bisa menunggu sambil duduk santai, berharap ada penumpang yang membutuhkan bantuan mereka untuk membawa barang bawaan.

Baca Juga : Jadwal One Way Tol Trans Jawa Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Tanggal dan Tips Aman Berkendara

Pantauan di lokasi menunjukkan, sebagian besar penumpang yang datang justru memilih membawa koper dan barangnya sendiri. Dari beberapa penumpang yang tiba, hanya satu orang yang memanfaatkan jasa porter.

Bagi para porter, kondisi sepi seperti ini bukan hal baru, terutama saat awal Ramadan. Salah satu porter senior di Stasiun Kota Baru Malang, Zaenal (63), mengaku aktivitas mencari nafkah terasa jauh lebih berat di bulan puasa. “Kalau puasa gini ya sepi mas kayak gini,” kata Zaenal, Selasa (10/3/2026).

Zaenal menceritakan, sejak awal puasa hingga sekitar 20 hari terakhir, dirinya hanya mendapatkan tiga penumpang yang menggunakan jasanya. Jumlah itu berarti ia hanya membawa pulang penghasilan sekitar Rp 100 ribu dari pekerjaan mengangkut barang penumpang.

Upah porter sendiri memang bergantung pada penumpang. Di Stasiun Kota Baru Malang, PT Kereta Api Indonesia telah mengatur tarif jasa porter sebesar Rp 38 ribu untuk satu kali pengangkutan barang.

“Ya kalau sehari-hari pulang gak dapat apa-apa biasa ae. Cuma pas yang di rumah itu (istri) akhirnya tabungannya diambil dulu,” imbuh dia.

Tabungan yang dimaksud Zaenal merupakan hasil dari masa-masa ramai di stasiun, seperti saat menjelang Lebaran atau liburan akhir tahun. Pada periode tersebut, jumlah penumpang meningkat drastis sehingga pekerjaan porter pun ikut kebanjiran rezeki.

Ia bahkan pernah melayani hingga sekitar 100 penumpang dalam satu hari. “Tapi itu pagi sampai sore mas. Capek tapi sukanya dapat uang,” ujar dia.

Di balik kerasnya pekerjaan itu, para porter di Stasiun Kota Baru Malang memiliki kebersamaan yang kuat. Mereka menerapkan sistem berbagi hasil agar tidak terjadi persaingan dalam mencari penumpang.

Baca Juga : Puncak Mudik Lebaran Diprediksi 17-18 Maret, Terminal Arjosari Malang Bersiap Sambut Ribuan Penumpang

Setiap porter yang mendapatkan jasa akan mengumpulkan uangnya terlebih dahulu, kemudian dibagi rata kepada rekan-rekan yang bertugas. “Jadi uangnya dikumpulin mas. Terus dibagi begitu. Jadi gak ada saingan enaknya gitu di Stasiun Malang ini,” kata warga Kabupaten Malang itu.

Selain itu, ada pula aturan terkait beban barang yang boleh dibawa porter. Bagi Zaenal yang sudah berusia lanjut, aturan ini cukup membantu karena maksimal barang yang boleh diangkut hanya 20 kilogram. “Jadi ada aturan, udah gak berat mas,” kata Zaenal. 

Meski usia tidak lagi muda, Zaenal tetap memilih bekerja demi keluarga dan cucunya. Penghasilan yang tidak menentu tak membuatnya menyerah. Ia hanya percaya bahwa rezeki akan datang pada waktunya. “Ya saya pernah nawar ditolak ya biasa. Kan ini kayak ojek gitu. Ada yang diam saja saat saya tawari itu. Udah biasa. Yang penting saya sehat,” tuturnya.

Setiap hari Zaenal mulai bekerja sejak pukul 06.00 hingga 14.30. Sistem kerja porter di stasiun tersebut menggunakan pembagian shift agar setiap orang mendapat kesempatan yang sama.

Sudah lima tahun ia menjalani profesi ini. Baginya, pekerjaan sebagai porter bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga cara membantu orang lain yang membutuhkan tenaga untuk membawa barang. “Karena bantu orang kan mas jadi berkah rezekinya,” tutupnya. 


Topik

Peristiwa mudik lebaran stasiun kota baru malang porter kisah porter stasiun



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---