free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Baca Al-Qur’an Tak Cukup Hanya Teks, Gubes UIN Malang Tekankan Pentingnya Qiraah Qauliyah dan Kauniyah

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

07 - Mar - 2026, 14:14

Loading Placeholder
Prof Dr M. Zainuddin MA, guru besar Pascasarjana UIN Maliki Malang. (ist)

JATIMTIMES – Pemahaman terhadap Al-Qur’an tidak cukup berhenti pada pembacaan teks semata. Umat Islam juga perlu membaca tanda-tanda kebesaran Tuhan yang terbentang di alam semesta. Pendekatan inilah yang dikenal sebagai qiraah qauliyah dan qiraah kauniyah.

Hal tersebut disampaikan Prof Dr M. Zainuddin MA, guru besar Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang sekaligus chairman of Yasmine Institute. Ia menekankan bahwa kedua pendekatan itu penting agar pemahaman terhadap ajaran Islam tidak terlepas dari perkembangan ilmu pengetahuan.

Baca Juga : Kisah Mustajabnya Doa di Bulan Ramadan: Wanita Buta di Bashrah Mendadak Bisa Melihat

Menurutnya, Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril sebagai pedoman hidup manusia. Kitab suci ini juga bernilai ibadah bagi setiap orang yang membacanya.

Prof. Zainuddin menjelaskan, Al-Qur’an memiliki beberapa fungsi utama dalam kehidupan manusia. “Al-Qur’an berfungsi sebagai hidayah atau petunjuk bagi manusia, sebagai peringatan bagi seluruh alam, dan sebagai obat serta rahmat bagi orang-orang yang beriman,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).

Ia menambahkan bahwa fungsi tersebut baru akan terasa jika Al-Qur’an benar-benar dipahami dan dijadikan pedoman hidup. Tidak cukup hanya dibaca tanpa memahami maknanya. “Al-Qur’an menjadi petunjuk apabila dibaca, dipahami, diimani, lalu dipatuhi. Ibarat rambu lalu lintas, ia baru berfungsi jika dimengerti dan ditaati,” kata Prof Zainuddin.

Ia juga menegaskan bahwa fungsi Al-Qur’an sebagai petunjuk dan peringatan berlaku secara umum bagi seluruh manusia. Namun sebagai obat dan rahmat, fungsi itu secara khusus dirasakan oleh orang-orang beriman dan bertakwa.

Dalam penjelasannya, Prof Zainuddin menyinggung fenomena yang menurutnya cukup ironis. Banyak ilmuwan Barat yang justru mempelajari Al-Qur’an secara serius dalam kajian akademik, bahkan melahirkan disiplin ilmu yang dikenal sebagai Quranic Studies di berbagai perguruan tinggi Barat.

Beberapa tokoh orientalis yang dikenal meneliti Al-Qur’an antara lain Philip K. Hitti, Montgomery Watt, H.A.R. Gibb, Thomas Stamford Raffles, William Marsden, hingga Snouck Hurgronje. “Ini ironi bagi kita. Mereka yang tidak beriman kepada Al-Qur’an justru mempelajarinya secara serius untuk menggali informasi ilmiah,” ujarnya.

Menurut dia, semangat kajian ilmiah terhadap Al-Qur’an seharusnya lebih kuat di kalangan umat Islam sendiri. Apalagi kitab suci tersebut banyak memuat ayat yang berkaitan dengan fenomena alam dan ilmu pengetahuan.

Sebagai contoh, Al-Qur’an telah menyebutkan bahwa matahari beredar pada garis edarnya sebagaimana tertulis dalam Surat Yasin ayat 38. Demikian pula dalam Surat Al-Anbiya ayat 30 yang menjelaskan bahwa seluruh makhluk hidup berasal dari air.

Fakta-fakta tersebut, kata Prof. Zainuddin, menunjukkan bahwa Al-Qur’an memiliki relevansi dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Karena itu, ia menekankan pentingnya integrasi antara Islam dan sains melalui kajian ayat qauliyah dan ayat kauniyah.

“Selama ini kita lebih banyak membaca ayat-ayat qauliyah, tetapi belum cukup serius membaca ayat-ayat kauniyah yang terdapat di alam semesta,” katanya.

Ia juga mengutip pandangan sejumlah pemikir Barat yang mengakui keselarasan antara Al-Qur’an dengan ilmu pengetahuan. Salah satunya filsuf Perancis Al-Kiss Luazon yang menyatakan bahwa tidak ada temuan ilmiah modern yang bertentangan dengan prinsip dasar Islam.

Baca Juga : Cara Salat Lailatul Qadar Lengkap dengan Doa yang Dianjurkan

Pandangan serupa juga diungkapkan oleh Rene Guenon yang kemudian memeluk Islam dan dikenal dengan nama Abdul Wahid Yahya. Ia mengaku menemukan banyak ayat Al-Qur’an yang relevan dengan ilmu pengetahuan modern setelah mempelajarinya secara mendalam.

“Saya menemukan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an kompatibel dengan ilmu pengetahuan modern. Karena itu saya yakin Nabi Muhammad datang membawa kebenaran,” demikian salah satu pernyataan yang dikutip Prof. Zainuddin.

Selain itu, ia juga menyinggung sejumlah penelitian yang menunjukkan pengaruh bacaan Al-Qur’an terhadap makhluk hidup. Penelitian yang dilakukan oleh g. Raichah bersama dirinya gʻgʻ adanya perbedaan perkembangan bayi yang diperdengarkan bacaan Al-Qur’an dibandingkan dengan yang tidak.

Penelitian lain yang disampaikan Prof. Karlina Supelli juga menunjukkan adanya perbedaan pertumbuhan tanaman ketika diperdengarkan bacaan Al-Qur’an dibandingkan dengan perlakuan lain seperti musik.

Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga dapat dikaji secara ilmiah. Lebih jauh, Prof. Zainuddin menilai bahwa kalangan intelektual Muslim memiliki potensi besar untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah melalui pengembangan ilmu pengetahuan.

“Semakin seseorang memahami rahasia alam semesta, maka semakin ia menyadari kebesaran Allah,” ujarnya.

Ia mencontohkan fenomena gerhana matahari dan gerhana bulan yang dapat dipahami secara ilmiah sebagai bagian dari sistem alam yang sangat teratur. Bagi orang beriman, peristiwa tersebut tidak hanya dipahami sebagai fenomena alam biasa, tetapi juga menjadi pengingat akan kebesaran Sang Pencipta. Karena itu, umat Islam dianjurkan melaksanakan salat kusuf atau khusuf ketika terjadi gerhana.

Menurut Prof. Zainuddin, Al-Qur’an sejak awal telah mendorong manusia untuk berpikir, belajar, dan menggunakan akalnya secara maksimal. “Dengan akal dan ilmu pengetahuan, manusia diharapkan mampu melihat tanda-tanda kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya,” pungkasnya.


Topik

Pendidikan al-qur'an qiraah qauliyah qiraah kauniyah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---