JATIMTIMES - Peristiwa memilukan terjadi di wilayah Klojen, Kota Malang. Seorang bocah laki-laki berinisial RAL (6) dilaporkan hanyut di sungai pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Hingga memasuki hari kedua, operasi pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum kejadian, korban diketahui bermain sendirian di tepi sungai. Warga sekitar sempat menegur agar bocah tersebut tidak bermain terlalu dekat dengan aliran air karena arus tengah deras. Namun teguran itu tidak diindahkan.
Baca Juga : Diserang Israel dan AS, Ini Fakta Geografis dan Sejarah Peradaban Iran yang Jarang Diketahui
Tak lama berselang, korban diduga terpeleset dan langsung terseret arus. "Sepertinya korban ini terpeleset dan langsung hanyut. Setelah itu, saya teriak minta tolong ada anak tenggelam," kata Anik, warga setempat.
Teriakan tersebut memicu kepanikan warga yang berupaya memberikan pertolongan. Namun derasnya arus dan kondisi sungai yang sempit membuat proses penyelamatan tak berjalan maksimal.
Kapolsek Klojen Kompol Budiarto membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihak kepolisian telah menerima laporan dari keluarga korban dan langsung berkoordinasi dengan tim SAR untuk melakukan pencarian. "Sudah ditindaklanjuti, Tim SAR juga masih di lokasi," ujar Budiarto.
Sementara itu, komandan tiim operasi pencarian Miftakul Karim menjelaskan bahwa sebanyak 27 personel diterjunkan dalam operasi pencarian tersebut. Mereka dibagi ke dalam tiga search and rescue Unit (SRU).
"Hari pertama pencarian dipusatkan di sekitar lokasi kejadian, namun hasilnya nihil. Hari ini, di hari kedua, kami bagi personel menjadi 3 SRU," ucap Miftakul.
SRU pertama menyisir di sekitar lokasi korban diduga terpeleset. SRU kedua bergerak menyusuri aliran sungai dari titik awal kejadian hingga Jembatan Janti. Sedangkan SRU ketiga melakukan pemantauan di sejumlah titik check point, mulai jembatan sekitar RST Soepraoen, kawasan Janti, hingga wilayah Kebonsari.
Baca Juga : Situasi Timur Tengah Memanas, Nasib Jemaah Umrah RI Bagaimana? Ini Kata Kemenhaj
Penyisiran dilakukan menggunakan peralatan tubing seperti pelampung dan ban. Metode tersebut dipilih untuk menyesuaikan kondisi arus sungai yang deras serta kontur sungai yang relatif sempit.
Miftakul juga mengungkapkan bahwa warga sebenarnya telah berupaya menyelamatkan korban sesaat setelah hanyut. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat terlihat timbul tenggelam sebelum akhirnya terseret arus lebih jauh.
"Menurut saksi, sempat melihat bahwa korban ini timbul tenggelam sampai tiga kali. Kemudian, warga berupaya menolong dengan melemparkan tali. Tetapi korban tidak bisa menjangkau dan akhirnya hanyut," tandasnya.
Hingga berita ini ditulis, proses pencarian masih terus dilakukan. Petugas mengimbau warga, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan mengingatkan bahaya bermain di sekitar sungai, terlebih saat arus sedang deras.