JATIMTIMES - Sebanyak 63 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang saat ini melayani kurang lebih 80 ribu siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan jumlah penerima yang besar, pengawasan kualitas menu selama Ramadan dinilai menjadi aspek yang krusial.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menegaskan bahwa pelayanan MBG tidak boleh sekadar berjalan rutin, tetapi harus tetap memenuhi standar gizi sesuai tahap perkembangan usia peserta didik.
Baca Juga : Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono Desak Audit Kualitas Menu MBG Ramadan
“Harapan kami, SPPG memberikan layanan terbaik. Mutu makanan harus disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak, baik TK, SD, SMP, maupun SMA,” ujarnya.
Ia mengakui, selama Ramadan menu yang diberikan kepada siswa berupa makanan kering sebagai bentuk penyesuaian. Namun demikian, Disdikbud mengingatkan agar perubahan bentuk menu tersebut tidak mengurangi kandungan gizi yang dibutuhkan anak.
“Sebagai penerima program kami tidak mempermasalahkan bentuknya. Tapi kualitas harus tetap diutamakan. Jangan sampai tidak sesuai kebutuhan gizi seperti karbohidrat, protein, dan vitamin,” tegasnya.
Menurutnya, makanan kering memiliki potensi risiko kesehatan apabila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, pemilihan menu harus benar-benar dipertimbangkan agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan bagi siswa.
“Kalau nasi mungkin sudah umum. Tapi kalau makanan kering, harus diperhatikan juga dampaknya bagi kesehatan. Jangan sampai menyebabkan tenggorokan sakit atau gangguan lainnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Tulusrejo 2, Julfa Hannan, memastikan bahwa menu MBG yang didistribusikan ke 13 sekolah di wilayahnya telah memenuhi standar kebutuhan gizi. Ia menyebut, penyusunan menu mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 serta Petunjuk Teknis Kepala Badan Gizi Nasional tentang Program MBG Perubahan Ketiga.
Baca Juga : Thoriqoh Shiddiqiyyah Tebar Kebahagiaan Ramadan ke Anak Yatim-Fakir Miskin
Dalam juknis tersebut, pagu anggaran menu MBG per hari untuk tingkat PAUD, TK hingga kelas 3 SD sebesar Rp 8 ribu. Sedangkan untuk kelas 4 SD hingga SMA ditetapkan sebesar Rp 10 ribu.
“Dengan pagu anggaran sebesar itu, kami usahakan semaksimal mungkin. Untuk MBG makanan kering selama Ramadan, kami menyediakan roti, telur hingga buah-buahan,” jelasnya.
Julfa menambahkan, penyusunan menu selalu dikoordinasikan dengan ahli gizi. Setiap makanan yang dibagikan harus mengandung unsur karbohidrat, protein, serat, dan vitamin agar tetap seimbang.
“Kami selalu berdiskusi dengan ahli gizi terhadap menu yang dibagikan. Ini komitmen kami menjaga kualitas MBG, supaya guru dan orang tua tidak khawatir,” tandasnya.