JATIMTIMES - Tepuk tangan panjang menggema di Auditorium Multikultural Unikama, Jumat 27 Februari 2026. Sebanyak 192 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) resmi menuntaskan perjalanan akademiknya.
Yudisium semester genap tahun akademik 2025/2026 itu menjadi penanda lahirnya calon-calon pendidik yang diproyeksikan mengisi ruang-ruang pembelajaran di berbagai penjuru negeri.
Baca Juga : Gebyar Ramadan 2026, SMK El Hayat Kedungkandang Perkuat Karakter dan Spiritualitas Siswa
Prosesi dimulai dengan pembacaan surat keputusan kelulusan oleh KPM FIP Yulianti SPdI MPd. Dalam pengumuman tersebut ditegaskan bahwa seluruh peserta telah memenuhi syarat akademik untuk menyandang gelar sarjana pendidikan.

Ia merinci, dari total 192 lulusan, Program Studi PG PAUD menyumbang jumlah terbanyak dengan 121 mahasiswa. Disusul PGSD sebanyak 44 mahasiswa, Bimbingan dan Konseling 22 mahasiswa, PPKn 3 mahasiswa, serta Pendidikan Geografi 2 mahasiswa.
Di antara ratusan lulusan itu, sejumlah nama mencatatkan prestasi akademik gemilang. Ahmad Zahidin Al Faruq dari PGSD menorehkan IPK tertinggi 3,97. Veni Soraida Eduk dari PPKn meraih IPK 3,93. Ririn Nur Faidah dari PG PAUD membukukan 3,90. Sindy Pratiwi Lestari dari BK mencatat 3,89. Sementara Maria Hingi Koten dari Pendidikan Geografi memperoleh IPK 3,52.

Dekan FIPnDr Cicilia Ika Rahayu Nita MPd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerja keras para mahasiswa selama menempuh studi. Ia menilai capaian tersebut lahir dari ketekunan, disiplin, dan komitmen yang tidak sederhana.
“Lulusan pendidikan adalah orang-orang yang kelak akan menjadi pribadi luar biasa dan hebat di masa depan,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa gelar sarjana bukanlah garis akhir. Dunia pendidikan terus bergerak, menuntut inovasi dan kolaborasi tanpa henti. Karena itu, para lulusan didorong untuk terus mengasah kompetensi, memperluas jejaring, serta adaptif terhadap dinamika pembelajaran yang kian berkembang.
Baca Juga : Rekomendasi Anti-DDoS untuk E-Commerce
Semangat pantang menyerah juga digaungkan oleh alumni FIP Diana Wulandari SPd MPd. PhD., yang hadir memberikan motivasi. Perjalanannya menempuh studi magister dan doktoral di Universitas Utara Malaysia pada periode 2016 hingga 2025 menjadi bukti bahwa mimpi besar membutuhkan keberanian dan daya juang.

Ia berkisah tentang masa-masa sulit selama studi di luar negeri. Untuk bertahan hidup, Diana pernah bekerja sebagai cleaning service, berjualan makanan, hingga menjaga toko buah. Pengalaman itu, katanya, justru menempa mental dan memperkuat tekadnya menyelesaikan pendidikan hingga jenjang doktor.
“Jangan hanya berhenti di S1, karena ini bukanlah akhir. Ini hanyalah awal dari sesuatu yang jauh lebih besar di depan nanti. Perjalanan masih sangat jauh dan panjang. Kejar impian kalian, teruslah maju,” pesannya.