JATIMTIMES - Harga sejumlah bahan pangan Kota Batu, mulai merangkak naik menjelang bulan suci Ramadan. Komoditas yang mengalami kenaikan paling signifikan di antaranya ayam potong, telur ayam, dan cabai rawit.
Lonjakan harga ini sudah terjadi dalam sepekan terakhir dan diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga awal Ramadan. Salah satu pedagang ayam di kawasan Stadion Brantas, Kota Batu, Agus Supri, mengatakan harga ayam potong saat ini mencapai Rp 40 ribu per kilogram, Minggu (15/2/2026).
Baca Juga : 6 Rekomendasi Drama Kerajaan China Terbaik untuk Ditonton di Hari Minggu
Harga ini naik dari sebelumnya Rp 38 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut terjadi cukup cepat dan berdampak langsung pada pola belanja pelanggan.
“Harga ayam Rp 40 ribu per kilo sudah bertahan sekitar satu minggu terakhir. Sebelumnya Rp 38 ribu, tapi naiknya langsung terasa banyak,” kata Agus.
Ia menambahkan, kenaikan harga bahan pangan menjelang Ramadan merupakan fenomena tahunan. Bahkan, menurutnya, harga masih berpotensi kembali naik mendekati awal puasa.
“Kemungkinan kenaikan masih bisa terjadi sampai awal Ramadan. Biasanya memang seperti itu, permintaan naik, harga juga ikut naik. Pedagang hanya mengikuti harga dari pemasok,” jelas Agus.
Tidak hanya ayam potong, harga telur ayam juga mengalami kenaikan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 26 ribu per kilogram, kini naik sekitar Rp 3 ribu menjadi Rp 29 ribu per kilogram.
Sementara itu, kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit. Pedagang sayur di Pasar Among Tani, Yuningtyas, mengatakan harga cabai rawit melonjak tajam dalam sepekan terakhir.
Baca Juga : Sambut Imlek 2026, Hotel Malang Siapkan Event Spesial dan Kejar Okupansi Maksimal
“Kenaikan paling fantastis itu cabai rawit. Sebelumnya masih di kisaran Rp 40 ribu sampai Rp50 ribu per kilo, sekarang naik jadi Rp88 ribu per kilo. Naiknya sudah sejak sekitar satu minggu terakhir,” kata Yuni.
Meski sejumlah harga bahan pokok mengalami kenaikan, minat beli masyarakat masih relatif stabil dan tidak mengalami penurunan drastis. Selain itu, pasokan barang dari distributor juga masih aman.
“Untuk pembeli masih tetap ada, masih stabil. Pasokan dari distributor juga masih normal, jadi barang tidak sampai kosong, hanya harganya saja yang naik,” terang Yuni.