JATIMTIMES - Kota Malang kembali bergerak memperkuat infrastruktur. Mulai hari ini, proyek pembangunan permanen Jembatan Sonokembang terus dikebut oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang. Proyek yang telah dimulai sejak 26 Januari 2026 ini ditargetkan rampung pada 25 Juli 2026.
Di lapangan, pekerjaan telah memasuki tahap awal berupa penggalian untuk pembangunan abutment atau pondasi jembatan. Sejumlah alat berat dikerahkan guna mempercepat proses konstruksi jembatan permanen yang nantinya menggantikan struktur lama.
Baca Juga : Penukaran Uang Baru BI via PINTAR Dibuka Hari Ini Pukul 14.00 WIB, Cek Cara Daftar dan Jadwal Lengkapnya
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menegaskan bahwa demi kelancaran pekerjaan, Jembatan Bailey yang selama ini digunakan sebagai akses sementara harus digeser, bukan dibongkar.
“Di lapangan saat ini sudah mulai pekerjaan penggalian untuk pondasi jembatan permanen. Agar alat berat bisa bekerja lebih leluasa dan tidak mengganggu lalu lintas, Jembatan Bailey yang ada perlu digeser, bukan dibongkar,” ujar Dandung.
Penggeseran dilakukan sejauh kurang lebih 2,5 meter ke arah timur. Langkah ini diambil agar ruang manuver alat berat lebih leluasa dan tidak menimbulkan potensi gangguan arus kendaraan di sekitar lokasi proyek.
“Tujuannya biar alat berat itu leluasa untuk manuvernya. Sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas. Kalau posisi Jembatan Bailey ini tidak kita geser, nanti potensi mengganggu lalu lintasnya alat beratnya itu besar sekali,” jelasnya.
Mulai Sabtu dini hari besok pukul 00.00 WIB, akses Jembatan Bailey akan ditutup total selama empat hari, yakni 14 hingga 17 Februari 2026. Akses direncanakan kembali dibuka pada Selasa (18/2/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Penjadwalan penutupan tersebut sengaja disesuaikan dengan masa libur sekolah menjelang Ramadan, sehingga diharapkan tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar maupun mobilitas harian warga.
Baca Juga : Mudik Gratis KAI 2026 Dibuka 13 Februari: Ini Jadwal, Rute dan Cara Pesannya Lewat Access by KAI
“Kita lakukan mulai Sabtu karena arus di sana banyak digunakan anak-anak sekolah. Kebetulan mulai Sabtu sampai beberapa hari ke depan itu libur menjelang puasa, sehingga pergeseran bisa dimanfaatkan pada waktu tersebut dan tidak mengganggu aktivitas sekolah,” ujarnya.
Pembangunan Jembatan Sonokembang ini menelan anggaran Rp 5,2 miliar. Jembatan baru akan dibangun dengan panjang 20 meter dan lebar 9 meter menggunakan konstruksi gelagar berbahan beton dan beton pracetak. Elevasi jembatan juga akan dinaikkan sekitar satu meter, terutama di sisi utara, untuk memperbaiki kontur yang sebelumnya terlalu menurun.
“Panjang jembatan nanti 20 meter dengan lebar 9 meter, menggunakan konstruksi gelagar dari material beton dan beton pracetak. Elevasinya juga dinaikkan sekitar satu meter, terutama di sisi utara, supaya tidak terlalu turun seperti kondisi sebelumnya,” pungkasnya.