free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Harlah 1 Abad NU

Usai Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Pengelolaan Sampah Jadi Perhatian Pemkot Malang

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

08 - Feb - 2026, 09:56

Loading Placeholder
Petugas kebersihan dari DLH Kota Malang membersihkan sampah usai gelaran Mujahadah Kubro Satu Abad NU.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Ribuan jamaah yang menghadiri Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, menyisakan persoalan sampah usai acara, Minggu (8/2/2026) siang.

Pantauan di lapangan, sampah berupa botol plastik, sisa makanan, hingga alas kaki tampak berserakan di sekitar stadion. Tak hanya di dalam area Gajayana, tumpukan sampah juga terlihat di sejumlah ruas jalan sekitar lokasi kegiatan, salah satunya di Jalan Semeru.

Baca Juga : Mujahadah Kubro 1 Abad NU Jadi Ladang Rezeki Pedagang Atribut

Sebagian sampah tersebut mulai ditangani oleh petugas kebersihan Kota Malang yang bergerak membersihkan area pasca-acara. Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa persoalan sampah sebenarnya telah diantisipasi sejak awal pelaksanaan kegiatan.

Wahyu menjelaskan, panitia dan pemerintah kota telah menerapkan sistem pengelolaan sampah terkontrol bagi peserta yang terdaftar. Para jamaah diwajibkan membawa tas kresek sendiri untuk menampung sampah masing-masing, termasuk sebagai tempat sandal.

“Jadi sampahnya dibuang di tas kresek yang dibawa sendiri, termasuk untuk tempat sandal. Kita bayangkan seperti jamaah haji saat bergerak dari Makkah ke Arafah, semuanya membawa plastik sendiri,” ujar Wahyu.

Namun demikian, mekanisme tersebut hanya diterapkan kepada peserta terdaftar yang sebelumnya telah mendapatkan sosialisasi. Sementara warga yang datang secara spontan dinilai belum sepenuhnya memahami ketentuan tersebut.

“Kalau yang datang tanpa informasi sebelumnya tentu berbeda, karena mereka tidak tahu harus menyiapkan hal-hal seperti itu,” imbuhnya.

Berdasarkan data panitia, jumlah jamaah yang hadir dalam Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad NU mencapai 107.049 orang. Rinciannya, sebanyak 79.049 peserta berasal dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur dan 28.000 lainnya merupakan warga Muslimat NU se-Jatim.

Puluhan ribu jamaah tersebut datang menggunakan 1.283 bus, 6.476 mobil, dan 5.413 sepeda motor. Seluruh rombongan dibagi ke dalam sembilan zona dengan sembilan person in charge (PIC) dari PWNU, serta didampingi 45 ketua rombongan dan narahubung di tingkat lokal.

Baca Juga : Gebrakan di 1 Abad NU Malang, Prabowo Siap Pangkas Biaya Haji dan Sediakan Hunian Jemaah di Makkah

Sementara itu, Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU PWNU Jawa Timur, Prof Masykuri Bakri, menyebut pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan penuh dari aparat keamanan dan instansi terkait.

“Kami mendapat back up penuh dari Polda Jatim, Kodam, serta Dinas Perhubungan Jatim,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kapasitas Stadion Gajayana yang hanya mampu menampung sekitar 35.000 orang di tribun membuat sebagian besar jamaah ditempatkan di luar area stadion.

“Kapasitas Gajayana sesuai konstruksi tribun hanya 35.000 orang. Karena itu jamaah lainnya berada di luar lapangan, dan videotron diperbanyak di sekitar stadion hingga radius 3–4 kilometer,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan harlah 1 abad nu mujahadah kubro kota malang wahyu hidayat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---