free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Pengabdian STIE Malangkucecwara di Pandanajeng: Hijaukan Desa dan Rancang Nilai Tambah Pertanian

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

31 - Jan - 2026, 16:15

Loading Placeholder
Tim pengabdian dari STIE Malangkucecwara melaksanakan pengabdian di Desa Pandanajeng dengan aksi hijau penanaman pohon (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Penanaman pohon di Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Sabtu (31/1/2026), bukan sekadar agenda hijau seremonial. Di balik cangkul dan bibit pohon pucuk merah dan durian, terselip gagasan besar tentang kesinambungan desa, kolaborasi kampus–masyarakat, hingga peluang stabilisasi ekonomi berbasis pertanian.

Aksi ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang dilakukan tim dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara bersama mahasiswa. Tim pengabdian terdiri dari Lidia Andiani SE MM, Dra Lindananty MM, Dr Uke Prajogo STP MM CMA, Drs Moh. Ssedarman Ak CA MM, serta para mahasiswa STIE Malangkucecwara. Kegiatan ini juga terintegrasi dengan program Malangkucecwara Internasional Culture Club (MICC) yang tengah berlangsung di wilayah tersebut.

3

Alih-alih sekadar menanam, kegiatan ini menjadi pintu masuk dialog antara kampus dan desa. Dr Uke Prajogo menjelaskan bahwa pengabdian masyarakat di STIE Malangkucecwara dirancang rutin dan berlapis, baik internal maupun eksternal.

Baca Juga : Bersama Pokjawas Kemenag, MIN 2 Kota Malang Matangkan Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta

“Di STIE Malangkucecwara setiap tahun ada dua kali pengabdian. Ada pengabdian internal dengan dana mandiri dan pengabdian eksternal yang biasanya bekerja sama dengan Dikti atau lembaga lain melalui proposal. Kalau didanai, baru kita berkegiatan,” ujar Uke.

Ia mengungkapkan, semula pengabdian internal direncanakan berlangsung di Pesantren El Jasmeen. Namun karena bertepatan dengan agenda internal pesantren, tim memilih bergabung dengan kegiatan penanaman di Pandanajeng yang dinilai relevan dan strategis.

2

“Kebetulan di sini ada kegiatan MICC terkait penanaman. Ini jadi saran yang baik bagi kami untuk ikut. Apalagi kepala desa sangat welcome untuk kegiatan pengabdian masyarakat,” lanjutnya.

Lebih jauh, Uke melihat Pandanajeng menyimpan potensi pengembangan yang lebih luas, terutama di sektor pertanian. Latar belakangnya sebagai lulusan teknologi pertanian mendorong ketertarikan pada pengolahan hasil pangan warga.

“Di sini ada potensi pertanian. Contohnya cabai, itu tanaman musiman. Saat panen raya harganya jatuh, saat langka harganya naik. Ke depan mungkin bisa diolah supaya nilainya stabil,” katanya.

Menurut Uke, pengabdian masyarakat tidak berhenti pada satu lokasi. Ia membuka kemungkinan kelompok dosen STIE Malangkucecwara menjadikan Pandanajeng sebagai desa dampingan jangka menengah jika sinergi berjalan baik.

1

“Tidak menutup kemungkinan ke depan, kalau di El Jasmeen sudah cukup, kami bisa pindah ke sini. Apalagi respons desa sangat terbuka,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah desa, Kepala Desa Pandanajeng Muhammad Edi Mansur menyambut kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen panjang desa terhadap penghijauan dan keberlanjutan lingkungan.

“Kami dari Pemerintah Desa Pandanajeng mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kampus STIE Malangkucecwara Malang yang sudah mengadakan penghijauan di desa kami,” kata Edi Mansur.

Ia menegaskan bahwa program penghijauan bukan hal baru bagi Pandanajeng. Sejak awal menjabat pada 2015, upaya penanaman pohon terus dilakukan secara konsisten di berbagai titik desa.

Baca Juga : PDSS SNBP 2026 Ditutup 2 Februari: Sekolah Terlambat, Siswa Bisa Gagal Masuk PTN

“Mulai jalan desa, perkampungan, sampai jalan kabupaten seperti Jalan Rasatu. Tapi kami tetap izin ke Dinas PU Bina Marga. Syaratnya jelas, pohon tidak boleh merusak drainase,” jelasnya.

Menurut dia, penghijauan di Pandanajeng dirancang dengan dua tujuan utama. Selain memperbaiki kualitas lingkungan, desa juga berupaya menjaga infrastruktur agar tetap awet dan aman.

“Intinya dua. Penghijauan dan menjaga drainase supaya tidak ambruk, terutama untuk antisipasi kendaraan berat agar tidak terlalu minggir,” ujarnya.

Lebih dari itu, Edi Mansur menegaskan bahwa Pandanajeng terbuka bagi kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dari dalam maupun luar Malang.

“Kami punya tantangan terbuka. Siapa pun, kampus mana pun, bahkan dari luar Malang kalau ingin MOU dengan kami, sangat kami terima,” tegasnya.

Ia berharap kolaborasi kampus dan desa dapat memberi manfaat dua arah. Mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga memahami realitas sosial desa secara langsung.

“Biar rekan-rekan mahasiswa tahu kondisi desa kami seperti apa. Adatnya, kebiasaan masyarakatnya, keberagaman suku dan agama. Supaya mereka paham kehidupan desa secara utuh,” katanya.

Aksi tanam pohon di Pandanajeng hari itu menjadi lebih dari simbol kepedulian lingkungan. Ia menjelma ruang temu antara ilmu, kebijakan desa, dan harapan masyarakat. Dari tanah desa, ide-ide keberlanjutan mulai ditanam. Tinggal menunggu waktu untuk tumbuh dan berbuah.


Topik

Pendidikan stie malangkucecwara tim pengabdian pengabdian di desa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy

--- Iklan Sponsor ---