free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Bersama Pokjawas Kemenag, MIN 2 Kota Malang Matangkan Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

31 - Jan - 2026, 16:00

Loading Placeholder
Sosialisasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MIN 2 Kota Malang (ist)

JATIMTIMES - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Malang mulai mempersiapkan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta melalui forum diskusi bersama Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang. Kegiatan yang digelar belum lama ini di aula madrasah tersebut menjadi ruang penyamaan pemahaman guru terkait arah kebijakan kurikulum yang saat ini berjalan di lingkungan madrasah.

Kepala MIN 2 Kota Malang, Nanang Sukmawan SPd MPd menyampaikan bahwa perubahan kurikulum menuntut kesiapan pendidik, bukan hanya dari sisi administrasi, tetapi juga dalam praktik pembelajaran harian. Ia menilai pendekatan berbasis nilai perlu diterjemahkan secara konkret di ruang kelas agar tidak berhenti sebagai konsep. “Guru berhadapan langsung dengan siswa setiap hari, di situlah nilai itu diuji, bukan di dokumen,” ujarnya.

Baca Juga : 9 Tim MI Se-Kecamatan Tanggul Ikuti Turnamen Sepak Bola Meriahkan Haflatul Imtihan Pesantren

Materi awal disampaikan oleh Chusnul Chotimah MAg yang menjelaskan posisi Kurikulum Berbasis Cinta dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Ia menyebut bahwa kebijakan tersebut telah memiliki dasar regulasi melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 1503 Tahun 2025. 

Menurut dia, implementasi kurikulum tidak bisa dilepaskan dari sikap dan perilaku pendidik. “Apa yang ditampilkan guru akan lebih cepat ditiru siswa dibandingkan apa yang hanya disampaikan secara lisan,” katanya.

Pembahasan kemudian diarahkan pada praktik kegiatan kokurikuler di jenjang madrasah ibtidaiyah. Ngatini,l MPd menekankan bahwa kegiatan pendukung pembelajaran memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan siswa. Ia menjelaskan bahwa nilai kerja sama, kepedulian, dan tanggung jawab dapat dibangun melalui aktivitas yang dirancang sederhana namun konsisten. “Kokurikuler bukan tambahan beban, tetapi penguat dari apa yang sudah diajarkan di kelas,” ungkapnya.

Pada sesi berikutnya, Farid Wadjdi Sjaifullah MPd memaparkan peran kegiatan ekstrakurikuler dalam pengembangan karakter siswa. Ia menyampaikan bahwa pembinaan minat dan bakat seharusnya berjalan beriringan dengan pembentukan sikap disiplin, empati, dan kemampuan bekerja dalam tim. Menurutnya, aktivitas di luar jam pelajaran justru sering menjadi ruang paling nyata bagi siswa untuk belajar bersikap.

Baca Juga : Akselerasi Economic Growth Nasional untuk Talenta Baru, Komdigi Gelar Re:Code 2026 

Aspek iklim dan budaya madrasah menjadi penutup pembahasan yang disampaikan Mahmiyah MPd. Ia menilai suasana belajar yang tertib, terbuka, dan saling menghargai akan memudahkan penerapan nilai dalam kurikulum. “Budaya madrasah tidak dibentuk lewat slogan, tetapi melalui kebiasaan yang dijalankan bersama setiap hari,” ucapnya.

Melalui forum ini, MIN 2 Kota Malang menargetkan adanya kesamaan langkah di antara pendidik dalam menerjemahkan Kurikulum Berbasis Cinta ke dalam praktik pembelajaran. Pendekatan tersebut diharapkan dapat berjalan secara kontekstual, menyesuaikan kebutuhan siswa, serta selaras dengan dinamika keseharian di lingkungan madrasah.


Topik

Pendidikan min 2 kota malang kurikulum berbasis cinta kbc



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy

--- Iklan Sponsor ---