JATIMTIMES – Keberadaan Sekolah Rakyat di Kota Batu menghadirkan pendidikan yang dapat diakses masyarakat beragam latar belakang. Hal ini membuat Wali Kota Batu Nurochman memberikan peringatan keras terkait pentingnya menjaga lingkungan pendidikan yang sehat bagi para pelajar di Kota Batu.
Pesan ini disampaikan secara khusus kepada 186 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Kota Batu dalam kegiatan "Sapa Warga Sapa Mbatu" di Graha Pancasila, Jumat (30/1/2026). Pria yang akrab disapa Cak Nur ini menekankan bahwa sekolah, terutama yang menggunakan sistem asrama, harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
Baca Juga : Pengprov TI Jatim Tancap Gas Bidik Prestasi Emas Menuju PON 2028
Cak Nur mewanti-wanti agar tidak ada satu pun siswa yang melakukan praktik perundungan (bullying), baik dalam bentuk fisik maupun verbal. "Kami menekankan agar menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Tolak segala bentuk perundungan, baik kepada teman sekelas maupun sesama penghuni asrama," tegas Nurochman.
Menurut dia, karakter seorang pemimpin masa depan tidak dibentuk melalui tindakan menindas sesama, melainkan melalui disiplin, kesungguhan, dan rasa saling menghargai. Ia berharap para siswa Sekolah Rakyat bisa fokus menimba ilmu tanpa harus terganggu oleh rasa takut akibat tekanan rekan sebaya atau senioritas.
Cak Nur juga berbagi pengalaman hidupnya sebagai anak petani yang berhasil meraih prestasi melalui kerja keras. Hal itu disampaikan untuk memotivasi siswa agar memiliki rasa percaya diri yang tinggi tanpa harus merasa lebih hebat dari orang lain melalui jalan kekerasan.
"Tidak akan ada prestasi tanpa disiplin dan kesungguhan. Sekolah Rakyat harus dimanfaatkan sebagai ruang belajar dan pembentukan karakter yang baik," imbuhnya.
Baca Juga : Akselerasi Economic Growth Nasional untuk Talenta Baru, Komdigi Gelar Re:Code 2026
Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas Sosial Kota Batu Lilik Fariha juga memberikan motivasi agar para siswa menjauhi konflik yang tidak produktif. Pemerintah Kota Batu berkomitmen untuk terus memantau perkembangan anak-anak di Sekolah Rakyat demi menjamin keberlangsungan pendidikan mereka.
"Perlu kesadaran kolektif untuk menghapus praktik perundungan di lingkungan asrama dapat tertanam kuat di benak para siswa," tutupnya.