Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Workshop Topeng Bubur Kertas, Program Rumah Budaya dan Peradaban Unisma 2022

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

21 - Nov - 2022, 05:09

Workshop pengenalan seni budaya bertema Topeng Bubur Kertas di gedung Utsman Bin Affan Unisma (Ist)
Workshop pengenalan seni budaya bertema Topeng Bubur Kertas di gedung Utsman Bin Affan Unisma (Ist)

JATIMTIMES - Tim Pelaksana Program Rumah Budaya Universitas Islam Malang (Unisma) menghadirkan suatu program menarik, yakni workshop pengenalan seni budaya bertema Topeng Bubur Kertas di gedung Utsman Bin Affan Unisma. Kegiatan ini menggandeng Komunitas Republik Gubuk dari Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang dengan narasumber Wondo Dony Windiarto. 

Dalam workshop itu, pemateri menyampaikan perihal karakteristik bentuk topeng. Mulai dari topeng dengan tokoh dari kerajaan terdahulu dan berbagai macam bentuk topeng lainnya. 

Baca Juga : Biaya Fantastis di Balik Gelaran Piala Dunia 2022 Qatar

Selain topeng, dalam kesempatan itu pemateri juga menyampaikan perihal wayang. Beberapa wayang yang dipaparkan antara Wayang Menak yang berasal dari proses masuknya Islam ke Nusantara. Kemudian, Wayang Mahabarata yang lebih familiar pada ajaran Hindu. Sehingga, dalam pementasan wayang berbeda-beda karena memiliki alur cerita masing-masing. 

2

"Dalam pementasan terdapat 80 karakter tokoh yang berbeda, namun yang biasanya muncul dalam pementasan hanya sekitar 5 karakter saja," jelasnya.

Lebih lanjut Wondo juga menjelaskan bahwa topeng terdiri atas dua jenis, antara lain Topeng Pakem dan Topeng Carangan. Topeng Pakem sendiri merupakan suatu topeng yang standar dalam penampilannya tidak boleh diubah dan sudah diatur. Sedangkan Topeng Carangan merupakan topeng yang kondisional sesuai kondisi dan bisa divariasi. 

Di Kecamatan Jabung, topeng yang ditampilkan masih memegang sistem pakem. Sedangkan di daerah Tengger masih menggunakan topeng untuk pemanfaatan ritual keagamaan. 

Setelah itu, dilanjutkan dengan pertunjukan tarian Gunung Sari yang memberikan suatu filosofi sejarah dari Ksatria Kerajaan Ranca Kencono. Tarian dilakukan oleh peraga dari Tim Komunitas Republik Gubuk dengan apik dan menarik. 

Tampilan tari dari peraga tersebut menarik perhatian dari peserta sehingga suasana menjadi lebih meriah. Salah satu gerakan yang mengesankan dari tarian tersebut dinamakan dengan gerakan Merak Nigel. 

1

Dijelaskan Wondo, atribut yang digunakan dalam tampilan tersebut, antara lain topeng karakter dari satria Kerajaan Ranca Kencono. Selain itu, terdapat kuluk atau mahkota yang dipakai di kepala. Kemudian gelang di kedua lengan tangan dan dipakaikan juga kece atau kalung. Pada bagian pinggang terdapat sabuk atau saken dan diiringi centing (rapek rumbai) dan terdapat bongseng yang dipakai di bagian kaki. 

Baca Juga : Promo SUPER HERO Dapatkan Potongan Tenor dan Cashback, Buruan Cek Syaratnya di Sini

Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan melukis Topeng Bubur Kertas. Kegiatan ini dilakukan dengan mencurahkan imajinasi para peserta dengan keragaman budaya yang telah ditangkap dari narasumber dan dituangkan ke dalam lukisan topeng yang apik serta menarik. 

Pelaksanakan kegiatan ini dalam pengawasan Tim Komunitas Republik Gubuk sehingga menyajikan suatu lukisan topeng yang bervariasi. Setelah itu, hasil karya dari para peserta didokumentasi karya topeng lukisan. 

Sementara itu, kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pelaksana Program Rumah Budaya dan Peradaban Universitas Islam Malang Tahun 2022, mahasiswa dari program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang digawangi oleh Moch. Irsyadul Ibad, Adisha Nur Izzatil Muslimah, Cantika Fildzah Farhana, dan Vita Prihatiningsih. 

Tim ini dibimbing oleh Dr Ifit Novita Sari SSos MPd. Pihaknya menyampaikan, kegiatan ini dimaksudkan untuk pelestarian budaya yang dapat menjadi daya tarik bagi seluruh mahasiswa, terutama bagi mahasiswa yang memiliki passion di bidang pelestarian budaya. 

Untuk peserta, terdapat 28 peserta, antara lain dari Pertukaran Mahasiswa berbagai daerah dan juga peserta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). "Semoga generasi saat ini tetap melestarikan dan mempertahankan budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi," pungkasnya.


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Berita Lainnya