Aurelie Moeremans Trending di X Berhari-hari Usai Rilis Buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
13 - Jan - 2026, 05:32
JATIMTIMES - Nama Aurelie Moeremans masih terus bertahan di puncak trending media sosial salah satunya X (sebelumnya Twitter) sejak peluncuran buku terbarunya, Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth.Bahkan hal ini bertahan hingga Selasa (13/1/2026).
Bukan tanpa alasan, buku ini membuka kisah personal yang selama ini nyaris tak pernah diungkap ke publik pengalaman pahit Aurelie saat masih remaja dan terjebak dalam hubungan tidak sehat dengan seorang pria dewasa.
Baca Juga : PLN Resmikan Kampung PLN Mobile x ICONNET di Kepanjen, Dorong Warga Melek Digital
Sejak hari pertama rilis, ribuan warganet ramai membicarakan isi buku tersebut. Banyak yang mengaku terkejut, marah, sekaligus iba membaca potongan kisah yang dinilai sangat kelam dan menyakitkan.
Salah satu cuitan yang viral datang dari akun @medinakomatsu. Ia menyoroti bagaimana narasi publik selama ini kerap melenceng dari akar masalah yang sebenarnya.
“Seharusnya penderitaan Aurelie bisa lebih cepat berakhir sejak pertama mencuat ke publik karena publik seharusnya menghukum Bobby. Tapi di tangan media Indo patriarki yang buta isu child grooming, isu ‘laki-laki DEWASA memanipulasi anak’ jadi kerdil, beralih ke ‘ANAK perempuan pembangkang’,” tulisnya.
Cuitan tersebut mendapatkan ribuan tanda suka dan dibagikan ulang. Banyak warganet sepakat bahwa relasi yang diceritakan Aurelie bukan sekadar kisah cinta gagal, melainkan relasi timpang antara orang dewasa dan remaja yang sarat manipulasi dan kekerasan emosional.
Dalam Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth, Aurelie menuliskan dengan detail bagaimana dirinya saat masih belia menjalin hubungan dengan seorang pria yang usianya hampir dua kali lipat darinya. Hubungan itu, menurut Aurelie, penuh dengan tekanan, pengendalian, dan berbagai bentuk kekerasan, baik verbal, mental, hingga emosional.
Buku ini pun dianggap sebagai pengakuan sekaligus bentuk perlawanan terhadap trauma yang selama ini ia pendam.
Akun @hadilocoboy menuliskan dukungannya setelah membaca buku tersebut.
“I support you kak Aurelie. Lewat buku terbarunya Broken Strings, Aurelie mengumbar semua fakta pilu dan pengalaman pahitnya masa remaja saat menjalin hubungan dengan seorang pria yang kala itu usianya hampir dua kali usia Aurelie.”
Banyak pembaca merasa kisah ini membuka mata tentang bagaimana kekerasan dalam relasi bisa terjadi tanpa disadari, terutama ketika salah satu pihak masih sangat muda dan berada dalam posisi rentan.
Tak hanya kemarahan, linimasa X juga dipenuhi ungkapan empati dan solidaritas. Salah satunya datang dari akun @penerbet yang menulis dukungan untuk Aurelie.
“Untuk Aurelie dan wanita manapun di luar sana yang dulunya punya masa kelam dengan ‘kekerasan verbal, fisik, seksual, hingga mental’ dari keberadaan laki-laki manipulatif, turut berbahagia kalau sekarang sudah menemukan ‘rumah’ yang aman dan tentram. Hidup lebih lama, ya!”
Cuitan tersebut menggambarkan perasaan banyak pembaca yang melihat buku Aurelie bukan sekadar kisah pribadi, tetapi refleksi dari pengalaman banyak perempuan yang pernah terjebak dalam relasi abusif.
Baca Juga : Hukuman Sosial di Mata PKL Kota Malang, Lebih Efektif dan Bikin Jera
Isu Child Grooming Kembali Disorot
Ramainya perbincangan ini juga memicu diskusi lebih luas soal child grooming dan relasi tidak setara. Banyak warganet menilai bahwa selama ini masyarakat sering gagal melihat akar persoalan, dan justru lebih mudah menghakimi korban ketimbang pelaku.
Buku Aurelie dinilai penting karena menghadirkan sudut pandang korban secara utuh bagaimana manipulasi bekerja secara perlahan, bagaimana rasa takut dan keterikatan emosional membuat seseorang sulit keluar, dan bagaimana trauma itu bisa bertahan bertahun-tahun.
Bukan Sekadar Memoar, Tapi Kesaksian
Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth kini dipandang sebagai lebih dari sekadar buku. Ia menjadi kesaksian tentang bagaimana masa muda seseorang bisa “dicuri” oleh relasi yang salah, dan bagaimana keberanian untuk bercerita bisa membuka ruang penyembuhan, baik bagi penulisnya maupun para pembaca.
Link Baca Gratis Broken Strings Aurelie Moeremans
Aurelie Moeremans membagikan bukunya secara gratis melalui tautan resmi yang tersedia di akun Instagram miliknya. Berikut link untuk membaca dan mengunduh bukunya:
Versi Bahasa Indonesia
https://drive.google.com/file/d/1mnM75U0nIVqZsOCJHA7mehZFg8pQxnXo/view?usp=drivesdk
Versi Bahasa Inggris
https://drive.google.com/file/d/10i1Sicmhm43miVZGcFkg7ABsXCXxc8-Y/view?usp=drivesdk
Trending-nya nama Aurelie Moeremans selama berhari-hari menjadi bukti bahwa publik sedang memberi perhatian serius pada isu ini. Banyak yang berharap, keberanian Aurelie berbicara lewat bukunya bisa mendorong lebih banyak korban lain untuk bersuara dan lebih banyak orang untuk mau mendengar.
