Seragam Gratis Tak Lagi untuk Semua Siswa Baru, Orang Tua Harus Menunggu Verifikasi

12 - Jul - 2026, 06:07

ilustrasi.(Foto: Istimewa).


JATIMTIMES - Program bantuan seragam sekolah gratis di Kota Malang pada tahun ajaran 2026/2027 dipastikan tidak lagi menyentuh seluruh siswa baru. Pemerintah Kota Malang membatasi penerima hanya bagi keluarga yang masuk kategori prasejahtera, sehingga ribuan siswa lainnya harus membeli seragam secara mandiri.

Kebijakan tersebut membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang meminta sekolah tidak mewajibkan siswa baru mengenakan seragam baru sejak hari pertama masuk sekolah. Langkah itu diambil untuk menghindari beban tambahan bagi orang tua yang masih menunggu proses pengadaan maupun verifikasi bantuan.

Baca Juga : 5 Cara Membangkitkan Semangat Anak Kembali Sekolah Setelah Libur Panjang, Orang Tua Perlu Lakukan Ini

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, mengatakan siswa yang belum memiliki seragam baru tetap diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar dengan mengenakan seragam dari jenjang pendidikan sebelumnya.

"Kalaupun sudah masuk sekolah tetapi ada siswa yang belum punya seragam baru, tidak apa-apa menggunakan seragam TK atau seragam SD sampai mereka punya seragam baru. Itu berlaku untuk semuanya, tidak hanya penerima seragam gratis," ujar Suwarjana.

Ia menjelaskan, sebelum kegiatan belajar dimulai, Disdikbud akan mengumpulkan wali murid kelas 1 SD dan kelas 7 SMP untuk memberikan penjelasan mengenai mekanisme program bantuan seragam gratis.

Dalam pertemuan tersebut, orang tua akan diminta mengisi formulir apabila merasa memenuhi syarat sebagai penerima bantuan. Data itu kemudian akan diverifikasi bersama Dinas Sosial Kota Malang untuk memastikan bantuan benar-benar diberikan kepada keluarga yang berhak.

Menurut Suwarjana, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, bantuan tahun ini memang diprioritaskan bagi siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera.

"Tahun ini memang tidak semua murid baru kelas 1 dan kelas 7 mendapatkan seragam gratis. Program diprioritaskan bagi siswa dari keluarga prasejahtera yang masuk desil 1 dan desil 2," katanya.

Baca Juga : Malang Fashion Runway 2026 Hadirkan 53 Desainer, MATOS Perkuat Industri Fashion Nasional

Pemkot Malang telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar untuk menjalankan program tersebut. Namun, jumlah penerima belum bisa dipastikan karena masih menunggu hasil pendataan dan proses verifikasi.

"Kalau nominalnya Rp 1,5 miliar untuk SD dan SMP masing-masing dapat dua seragam jadi, untuk SD seragam merah putih dan pramuka, kemudian yang SMP seragam biru putih dan pramuka," pungkas Suwarjana.

Dengan skema tersebut, kepastian siapa saja yang berhak menerima bantuan baru akan diketahui setelah seluruh tahapan pendataan selesai.

Sementara itu, siswa yang belum memperoleh seragam baru tetap diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar tanpa harus menunggu bantuan maupun membeli seragam baru lebih dulu.


Topik

Pendidikan, Seragam Gratis, seragam sekolah, Pemkot Malang, Kota Malang, Siswa Baru, Verifikasi,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette