Jelang Ramadan: Harga Cabai Tiba-Tiba Makin Pedas, Daging Relatif Stabil
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Nurlayla Ratri
04 - Feb - 2026, 03:25
JATIMTIMES - Menjelang Ramadan, pergerakan harga kebutuhan pokok di Pasar Tawangmangu, Kota Malang, mulai menunjukkan dinamika. Namun, tidak semua komoditas mengalami lonjakan signifikan. Sejumlah pedagang menyebut, kenaikan harga justru terjadi sebelum memasuki bulan puasa.
Pak Ahmad Yani, pedagang daging sapi di Pasar Tawangmangu, mengungkapkan bahwa harga daging sapi saat ini masih tergolong stabil. Ia menegaskan, kenaikan harga bukan disebabkan momen Ramadan.
Baca Juga : Pengabdian Berbasis Lingkungan, Mahasiswa S2 STIE Malangkuçeçwara Hadir di Pandanajeng
“Sekarang harganya Rp120 ribu per kilogram. Tapi naiknya itu sudah dari dua bulan lalu, sebelumnya Rp115 ribu. Bukan karena puasa,” ujar Ahmad Yani.
Ia bahkan membandingkan dengan tahun lalu, di mana harga daging sapi relatif aman selama Ramadan dan baru mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Tahun kemarin pas puasa tidak naik, naiknya mendekati hari raya saja,” tambahnya.
Sementara itu, komoditas daging ayam mulai mengalami kenaikan meski masih terbilang tipis. Sunu, pedagang ayam, menyebut harga ayam potong naik Rp500 per kilogram.
“Hari ini naik jadi Rp37 ribu, sebelumnya Rp36 ribu. Biasanya memang mendekati puasa cenderung naik,” jelasnya.
Namun, Sunu menilai kenaikan harga ayam bukan dipicu meningkatnya permintaan, melainkan karena keterbatasan stok dari peternak.
“Ayam dari peternak stoknya dibagi-bagi, karena momen puasa, lebaran, sampai Natal. Ambilnya dari rumah potong ayam Kebalen Wetan,” katanya.
Meski harga naik, Sunu mengaku penjualan masih normal. “Biasanya bawa 10 ayam tetap habis. Pembeli tidak terlalu terpengaruh,” ujarnya.
Berbeda dengan daging, komoditas cabai justru mengalami lonjakan cukup tajam. Warni, pedagang cabai, mengatakan harga cabai rawit melonjak drastis dalam 10 hari terakhir.
“Sekarang beli cabai rawit bagus bisa Rp95 ribu per kilo. Yang biasa itu sekitar Rp85 ribu. Padahal sebelumnya cuma Rp30–35 ribu,” ungkapnya.
Baca Juga : Spesifikasi Dan Harga Apple Watch Series 11
Ia menjelaskan, kenaikan cabai tidak selalu berkaitan dengan momen puasa. “Cabai itu gak mesti pas mau puasa naik. Kadang naik, kadang turun. Mungkin sekarang karena banyak banjir jadi barangnya gak ada,” jelas Warni, yang mengambil pasokan dari Pasar Sayur Karangploso.
Meski mahal, Warni menyebut pembeli tetap memahami kondisi tersebut. “Pembeli gak apa-apa, sudah tahu dan sadar kalau lagi mahal,” katanya.
Hal serupa disampaikan Lilis, pedagang sembako. Ia menyebut harga cabai rawit kini tembus Rp80 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp30–40 ribu.
“Naiknya mulai lima hari lalu. Dari petaninya gak ada, stoknya kurang,” jelas Lilis.
Menurutnya, cabai memang komoditas yang sulit diprediksi. “Kalau kosong stoknya, langsung dinaikkan. Kalau musim bisa Rp20 ribu, kalau gak musim bisa sampai Rp100–200 ribu,” katanya.
Selain cabai rawit, Lilis juga mencatat kenaikan pada cabai manis yang semula Rp3 ribu kini menjadi Rp6.500–7.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang masih relatif stabil di kisaran Rp30 ribuan per kilogram, dengan harga jual di lapak mencapai Rp37–38 ribu.
“Semua barang saya ambil dari Pasar Karangploso. Memang dari petaninya yang gak ada, mungkin karena musim,” pungkasnya.
