Dugaan Keracunan MBG di SMKN 3 Boyolangu dan SMK Sore, SPPG Moyoketen Dihentikan Sementara
Reporter
Aries Marthadinaja
Editor
Dede Nana
22 - Jan - 2026, 06:33
JATIMTIMES - Sejumlah siswa SMK Sore Tulungagung diduga mengalami mual dan pusing setelah menyantap menu MBG pada Kamis, 22 Januari 2026. Total terdapat sembilan pelajar yang terdampak, sementara delapan pelajar sudah dirawat di puskesmas terdekat.
Berdasarkan keterangan Waka Sarpras SMKN Sore Tulungagung, Ahmad Yuanto, Kamis (22/1/2026) dijelaskan bahwa sembilan siswa kelas X SMK Sore Tulungagung mengalami gejala mual, muntah, dan pusing. Kejadian ini bermula usai sembilan siswa tersebut menyantap menu MBG yang didistribusikan hari ini.
Baca Juga : Aroma Dugaan Korupsi Menyeruak di UIN KHAS Jember, Beasiswa KIP-K Dipotong Rp 1,5 Juta Per Mahasiswa
Menurutnya, terdapat sebagian MBG yang datang pada pukul 10.00 WIB disalurkan kepada siswa pukul 12.00 WIB karena pertimbangan untuk makan siang siswa. "Setelah mengalami gejala mual dan pusing, anak-anak tersebut langsung dibawa ke puskesmas agar mendapat penanganan," ungkapnya.
Meski demikian, pihak Satgas MBG Tulungagung, belum bisa memastikan siswa-siswa ini mengalami gejala mual karena menyantap MBG. Pasalnya, dari sekitar 2600 siswa hanya delapan orang yang terdampak. Hasil observasi juga menunjukkan beberapa anak mengakui sempat membeli makan di luar sebelum menyantap MBG.
Terpisah, ratusan pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu mengeluhkan diare setelah menyantap menu MBG. Kondisi ini membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Yayasan Mutiara Rawa Selatan di Desa Moyoketen, Kabupaten Tulungagung, diminta menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis.
Sekretaris Satgas MBG Tulungagung, Sony Welly Ahmadi, mengatakan penghentian sementara dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG.
“Kami menerima laporan ada 123 pelajar mengalami diare diduga setelah mengonsumsi menu MBG pada Senin (19/1)," terangnya.
Pihaknya juga telah melakukan peninjauan langsung ke sekolah dan SPPG. Peninjauan lapangan melibatkan Dinas Kesehatan Tulungagung, Badan Gizi Nasional, serta Bappeda setempat. Tim melakukan evaluasi penerapan standar operasional prosedur dan kebersihan dapur SPPG.
Selain itu, petugas juga mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab gangguan kesehatan para pelajar. Sony menjelaskan menu MBG yang dikonsumsi pelajar terdiri dari nasi putih, ayam bakar, tahu kuning, sambal kecap, selada, dan buah semangka.
Baca Juga : Guru SD Lecehkan Siswa di Tangsel, Fakta Mengejutkan Terungkap: Bukan Kasus Pertama
Menu MBG pada hari Selasa lalu sebenarnya telah disiapkan. Namun, makanan tersebut belum sempat dibagikan karena langsung ditarik setelah muncul keluhan diare.
Berdasarkan keterangan Satgas MBG terbaru, terdapat laporan sekitar 70 pelajar tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. Namun, pihaknya masih mendalami penyebab ketidakhadiran tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, Satgas MBG meminta Dinas Kesehatan menyiagakan 32 puskesmas di wilayah Tulungagung. Langkah ini untuk mengantisipasi jika ada pelajar yang memerlukan penanganan lanjutan.
“Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar penentuan langkah selanjutnya. Untuk sementara, operasional SPPG kami hentikan hingga hasil pemeriksaan keluar,” pungkas Sony.
