Tak Melulu Skripsi: Prodi BSA UIN Malang Buka Jalur Lulus Lewat Artikel Jurnal
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
09 - Jan - 2026, 03:29
JATIMTIMES - Skripsi bukan lagi satu-satunya pintu keluar. Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mulai menggeser pakem lama dengan menawarkan jalur tugas akhir berbasis publikasi artikel ilmiah.
Gagasan ini disosialisasikan kepada mahasiswa BSA Angkatan 2023 melalui forum daring, Jumat (9/1/2026), dan langsung menyedot atensi.
Baca Juga : Dorong KPM Mandiri, 300 Keluarga di Kota Malang Disiapkan Naik Kelas
Alih-alih seremoni kaku, sosialisasi ini tampil sebagai ruang bongkar-pasang nalar akademik. Ketua Prodi BSA, Dr. Abdul Basid, S.S., M.Pd., secara terbuka menjelaskan bahwa kebijakan tersebut lahir dari kebutuhan riil dunia akademik hari ini, bukan sekadar inovasi kosmetik. Kampus, kata dia, tak bisa terus memproduksi lulusan yang selesai studi tapi nihil jejak ilmiah.

“Mahasiswa sekarang hidup di ekosistem global. Kalau lulus tapi tak pernah menulis di jurnal, itu rugi besar,” tegas Basid. Skema tugas akhir berbentuk artikel jurnal, menurutnya, memaksa mahasiswa naik kelas: berpikir lebih tajam, menulis lebih rapi, dan bertanggung jawab pada argumen.
Ia membeberkan detail teknis tanpa berputar-putar. Mulai dari syarat tugas akhir pengganti skripsi, alur kerja yang realistis, pola bimbingan, hingga standar penulisan artikel yang layak masuk jurnal nasional bereputasi. Pesannya jelas: ini bukan jalan pintas, tapi jalur serius dengan imbal hasil akademik yang nyata.

Nada serupa disampaikan Sekretaris Prodi BSA, Dr. Moh. Zawawi, M.Pd. Ia menegaskan bahwa publikasi jurnal bukan pekerjaan instan. Mahasiswa dituntut disiplin sejak awal, dari memilih jurnal yang tepat, memahami gaya selingkung, hingga menjaga kualitas metodologi dan analisis.
“Kalau setengah-setengah, jangan ambil jalur ini. Tapi kalau siap kerja keras, hasilnya sepadan,” ujarnya lugas. Zawawi juga memaparkan mekanisme ujian tugas akhir bagi mahasiswa jalur publikasi, agar tak ada ilusi atau salah persepsi tentang proses menuju kelulusan.

Forum berlangsung cair. Ratusan mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan. Diskusi bergerak dari teknis penulisan hingga strategi menembus jurnal bereputasi, menandakan perubahan cara pandang mahasiswa terhadap tugas akhir.
Baca Juga : Ketika Deep Learning Bertemu Empati: Unikama Siapkan Calon Guru SD Hadapi Tantangan Zaman
Lewat sosialisasi ini, Prodi BSA Fakultas Humaniora mengirim sinyal tegas: kampus tak lagi sekadar mengejar kelulusan administratif. Targetnya lebih jauh, melahirkan sarjana yang meninggalkan jejak pemikiran. Bukan cuma lulus, tapi relevan. Bukan cuma selesai, tapi berkontribusi.
